Jakarta –
Manchester United benar-benar “boncos” demi mendepak Ruben Amorim dari kursi manajer. Tak main-main, Setan Merah dilaporkan harus merogoh kocek hingga lebih dari Rp 300 miliar hanya untuk uang kompensasi!
Amorim resmi diberhentikan MU pada 5 Januari, menyusul hasil imbang 1-1 saat menjamu Leeds United. Hasil minor ini memaksa pelatih asal Portugal itu angkat koper lebih awal, padahal kontraknya baru akan kedaluwarsa pada musim panas 2027.
Keputusan drastis ini langsung mengguncang stabilitas finansial klub. Melansir laporan The Athletic, MU wajib membayar pesangon maksimal sebesar 15,9 juta paun atau setara Rp 359 miliar. Angka fantastis ini mencakup kompensasi untuk Amorim beserta lima asisten setianya.
Nilai tersebut melonjak tajam dibanding prediksi awal yang hanya menyentuh angka 10 juta paun. Fakta ini terungkap melalui dokumen resmi yang diajukan ke Bursa Saham New York, tepat sehari setelah MU memamerkan keuntungan sebesar 32,6 juta paun dalam laporan keuangan kuartal kedua yang berakhir 31 Desember 2025.
Tak hanya soal pesangon, dokumen tersebut juga membeberkan bahwa MU sebelumnya sudah membakar dana 6,3 juta paun hanya untuk menebus kontrak Amorim dari Sporting CP pada November 2024 lalu.
Jika dikomparasi, pesangon Amorim jauh lebih mahal ketimbang Erik ten Hag yang “hanya” menerima 10,4 juta paun saat dipecat. Jika ditotal, aksi bongkar pasang dua pelatih dalam kurun waktu kurang dari 1,5 tahun ini telah menguras kas MU hingga lebih dari 30 juta paun atau menembus Rp 630 miliar!
Pengeluaran ini kian membengkak karena saat memboyong Amorim pada November 2024, MU juga harus membayar kompensasi sekitar 9,25 juta paun. Untuk sementara, kendali taktik Setan Merah diserahkan kepada Michael Carrick yang akan menjabat hingga akhir musim.
Artikel ini sudah tayang di, baca selengkapnya di sini.
