Tasikmalaya –
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Bulan Ramadan dijadikan ladang berburu berkah dan pengampunan. Umat muslim di berbagai daerah semakin getol meningkatkan ibadah untuk memperbanyak amal.
Contohnya di Desa Ciroyom, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Dewan Kemakmuran Masjid Baiturohmah menggelar Pesantren Kilat Ramadan yang unik. Ratusan pelajar sekolah dan masyarakat umum mendalami kitab kuning selama satu bulan penuh.
“Disamping tugas sekolah, kami ikut pesantren kilat buat menambah pengetahuan. Pengen banyak pahala juga,” ucap peserta Pesantren Kilat, Mega kepada, Kamis (5/3).
Kegiatan pesantren kilat ini diisi dengan tadarus, selawatan, menghafal Asmaul Husna, dan mendengarkan ceramah ustaz. Pelajar sekolah dasar belajar ilmu agama dasar, sementara siswa SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum mempelajari kitab kuning seperti Safinah, Bidayah, dan Sorof.
“Barusan belajar kitab Safinah, Hidayah, Sorof. Selain kitab, di sini juga tadarus, qira’at dan salawat, ini setiap hari ikutnya sepulang sekolah, kegiatan ini bermanfaat pengajarnya ustad dari sini,” kata Muhamad Faiz, peserta umum.
Faiz menambahkan, ia ingin memanfaatkan waktu di bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya. Belajar kitab kuning di bulan Ramadan dirasakan lebih mudah dicerna, apalagi jika dipelajari pada pagi hari.
“Kami memanfaatkan waktu di bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya, dari anak PAUD, sekolah dan yang sudah tidak sekolah, kami mengisi waktu dengan kegiatan keagamaan.” ungkap Muhamad Faiz.
Pembimbing diklat, Ustaz Saeful Hamdan, berharap kegiatan ini mampu membentuk karakter manusia yang Islami. Para siswa diharapkan memahami ilmu dasar fikih sebagai bekal bermasyarakat.
“Di sini sedang ada kegiatan diklat Ramadan, yang dari dulu sudah dilaksanakan sampai sekarang. Yang dikaji di sini ilmu fiqih, kitab Safinah dan lainnya.” jelas Ustaz Saeful Hamdan.
Pesantren Kilat Ramadan ini menjadi ajang rutin tahunan untuk memperbanyak amalan di bulan suci. Peserta bisa merasakan pengalaman belajar layaknya santri sungguhan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan ilmu keagamaan generasi muda semakin baik,” tambah Ustaz Saeful Hamdan.
Melalui kegiatan ini, karakter Islami diharapkan dapat tertanam kuat dalam diri para peserta melalui program Pesantren Kilat Ramadan tersebut.
