Bandung –
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, angkat bicara soal kericuhan yang terjadi seusai laga kontra Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2024) malam. Ia menyayangkan aksi segelintir oknum yang dinilai mencoreng dukungan luar biasa dari mayoritas suporter.
Seperti diketahui, setelah peluit panjang dibunyikan dan Persib dipastikan tersingkir karena kalah agregat 1-3 meski menang 1-0 di leg kedua, sekelompok suporter dari tribun selatan merangsek turun ke lapangan dan melakukan pelemparan. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya dapat dikendalikan aparat keamanan dan steward.
Bojan menegaskan, atmosfer GBLA sejatinya merupakan kekuatan besar bagi Maung Bandung. Ia mengapresiasi hampir seluruh suporter yang memberikan dukungan fantastis sepanjang pertandingan.
“Mungkin di sini tadi ada sekitar 30 ribu suporter dan 29.900 dari mereka itu fantastis. Tidak mudah bermain di sini, jika kalian ingat laga melawan Bangkok United, di babak pertama kesulitan,” ujar Bojan usai pertandingan.
Ia menilai tim tamu pun merasakan tekanan yang sama saat bermain di Bandung. “Bisa dilihat juga tadi Ratchaburi tidak mudah bermain di sini dan itu keuntungan bagi kami,” katanya.
Namun, menurut Bojan, aksi segelintir orang tersebut telah merusak citra dukungan besar Bobotoh dan berpotensi mendatangkan konsekuensi berat bagi klub. Persib kini terancam sanksi dari AFC akibat kericuhan ini.
“Tapi ada seratus orang yang merusak itu. Mereka datang untuk kepentingan pribadinya. Karena kami bisa saja didenda karena seratus orang atau bahkan itu kurang dari seratus orang. Mereka meneror semuanya,” tegasnya.
“Saya bisa katakan 99 persen suporter fantastis dan bagi setiap lawan yang datang ke sini itu tidak akan mudah, itu keuntungan ketika kami bermain di kandang sendiri,” pungkasnya.
