Sukari hingga Ajwa Laris Manis, Toko Kurma di Sukabumi Banjir Pembeli

Posted on

Sukabumi

Suasana di dalam toko itu tampak sesak menjelang siang. Puluhan warga berdesakan memilih kurma dari meja-meja panjang yang dipenuhi tumpukan buah cokelat mengilap. Aroma manisnya bercampur dengan riuh percakapan pembeli yang saling bertanya soal harga dan jenis.

Sebagian sibuk menimbang, sebagian lagi mencicipi sampel kurma sebelum memutuskan berapa kilogram yang akan dibawa pulang. Antrean di kasir mengular.

Kondisi itu terlihat di Toko Al-Madinah, Jalan Jalur Lingkar Selatan, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Ramadan memang belum tiba, tetapi geliatnya sudah terasa dari ramainya warga berburu kurma.

Di tengah keramaian itu, Ketua DKM Masjid Baitussalam Perumahan Taman Asri, Subangjaya, Cikole, Kota Sukabumi Lukmanul Hakim, tampak memilih kurma bersama bendahara DKM. Mereka datang untuk memastikan kebutuhan berbuka puasa jemaah terpenuhi.

“Sebenarnya sudah beberapa hari mau ke sini dengan bendahara DKM buat jemaah buka di masjid. Kita fasilitasi biar jemaah juga senang ketika menyediakan (berbuka) tidak berharap ke orang yang memberi. Kalau berharap kan kadang ada yang ngasih kadang ada yang tidak dan itu pun belum tentu,” ujar Lukman kepada di lokasi, Selasa (17/2/2026).

Pengurus masjid pun sepakat membeli sendiri kebutuhan takjil agar penyediaan berbuka lebih pasti. Untuk tahap awal, mereka memborong enam kilogram kurma jenis sukari.

“Sementara kita beli 6 kg dulu, nanti kalau tidak cukup kita beli lagi. Kita beli jenis sukari dua pack. Karena alhamdulillah jemaah kalau buka di masjid itu banyak. Anak-anak juga banyak,” katanya.

Tak hanya pengurus masjid, warga pun mulai berburu kurma untuk kebutuhan keluarga. Ajat Sudrajat (59), warga Caringin, mengaku membeli kurma untuk dibagikan kepada keluarga dan kerabat.

“Ya kita persiapan beli kurma untuk takjil, untuk bagi-bagi juga ke teman-teman, keluarga. Kalau harganya standar aja. Biasanya pakai sukari, enak,” ujarnya.

Sementara itu, Dewi, warga Cisaat, membeli kurma sukari kemasan tiga kilogram untuk konsumsi selama Ramadan. “Nanti kalau kurang ke sini lagi. Saya baru ke sini, kata tetangga baru buka ya sudah ke sini,” katanya.

Penjualan Meningkat hingga 75 Persen

Supervisor toko, Devina Sari mengatakan, lonjakan pembeli sudah terasa signifikan dibanding hari biasa. Ia menyebutkan peningkatan penjualan mencapai 75 persen.

“Alhamdulillah, sangat ramai. Soalnya kita di sini setiap tahunnya juga suka bazar kurma, orang-orangnya sangat ramai dan antusias. Dibanding hari biasa lebih (banyak), dari biasanya kita ada 75 persen peningkatannya,” katanya.

Menurut Devina, jenis yang paling laris adalah sukari biasa dan premium, disusul ajwa dan mabrum.

“Best seller kita sukari biasa, sukari premium, sama ajwa. Mabrum juga banyak yang cari,” ucapnya.

Koordinator toko, Danil Al Fahad menambahkan, kurma sultan di toko tersebut adalah jenis kurma medjol. Kurma itu didapat dari Palestina hingga California.

“Kurma medjool ada yang dari Palestina, ada juga yang dari California, tergantung ukuran sama teksturnya. Dari California itu yang paling mahal,” kata Danil.

Ia menyebut pembeli tak hanya datang dari Sukabumi, tetapi juga luar daerah. Biasanya, mereka memesan secara online dan dikirim ke lokasi tujuan.

“Pembeli banyak, ada yang dari Jawa Tengah, Jawa Timur. Kita kirim lewat ekspedisi juga,” ujarnya.

Untuk ketersediaan stok, Danil memastikan aman hingga Lebaran bahkan sampai Syawal. “Sampai Lebaran juga kita siap, sampai Syawal insyaallah aman,” tegasnya.

Rincian Harga Kurma per Kilogram

Soal harga, pilihan kurma di toko ini terbilang lengkap dengan rentang yang cukup lebar. Untuk kategori paling terjangkau, kurma Mesir dibanderol Rp 40 ribu per kilogram, disusul kurma khalas Rp 45 ribu per kilogram.

Di kelas menengah, sukari biasa dijual Rp 55 ribu per kilogram, kurma madu biasa Rp 60 ribu, serta kurma tangkai biasa Rp 65 ribu per kilogram. Sementara sukari premium dipatok Rp 70 ribu per kilogram dan kurma maliki Rp 75 ribu.

Varian premium mulai terlihat di harga Rp 80 ribu per kilogram untuk kurma madu premium dan sukari barkhi. Kurma tangkai premium serta non tangkai berada di angka Rp 90 ribu per kilogram. Untuk kurma safawi dan mabrum, harganya menyentuh Rp 100 ribu per kilogram.

Di kelas lebih tinggi, kurma ajwa biasa dijual Rp 150 ribu per kilogram, sedangkan ajwa jumbo mencapai Rp 220 ribu per kilogram. Kurma salbi berada di kisaran Rp 200 ribu per kilogram.

Sementara itu, kurma medjol yang dikenal berukuran besar dengan daging tebal dan biji kecil dibanderol Rp 350 ribu per kilogram. Adapun harga tertinggi di toko tersebut adalah kurma masdu yang mencapai Rp 400 ribu per kilogram.

Dengan pilihan harga mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 400 ribu per kilogram, pembeli bisa menyesuaikan kebutuhan, baik untuk konsumsi keluarga, sajian berbuka di masjid, maupun untuk dibagikan kepada kerabat saat Ramadan.