Bangkit dari Luka Asia, Persib Kejar Hattrick Juara Liga

Posted on

Bandung

Langkah Persib Bandung di ajang AFC Champions League Two 2025/26 memang telah terhenti. Mimpi berbicara banyak di panggung Asia harus pupus lebih cepat dari harapan. Namun kompetisi tak berhenti, dan Maung Bandung tak punya banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan.

Begitu tersingkir, fokus langsung dialihkan ke kompetisi domestik. Super League kini menjadi satu-satunya medan pertempuran yang tersisa. Tapi alih-alih berkurang, tekanan justru terasa semakin besar.

Di tengah kekecewaan itu, banyak yang ingin Persib menutup musim dengan manis, meraih gelar liga untuk ketiga kalinya secara beruntun. Sebuah hattrick juara yang bukan hanya mencatat sejarah, tetapi juga menjadi pelipur lara atas kegagalan di Asia.

Secara posisi, Persib berada di jalur yang tepat. Jelang pekan ke-22, tim asuhan Bojan Hodak memuncaki klasemen dengan 47 poin. Keunggulan itu memang tipis, hanya satu angka dari Borneo FC dan tiga poin dari Persija Jakarta yang terus membayangi di bawahnya.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyadari betul situasi tersebut. Posisi puncak belum menjamin apa-apa jika konsistensi tak dijaga hingga akhir musim.

“Sekarang kami ada di peringkat pertama dan berada pada posisi yang bagus. Tentu saja Borneo bersama Persija membayangi di posisi yang paling dekat,” ujar Bojan, Jumat (20/2/2026).

Bagi pelatih asal Kroasia itu, kunci menghadapi sisa musim adalah menjaga fokus. Tanpa lagi disibukkan jadwal ACL 2, Persib kini bisa mencurahkan seluruh energi ke kompetisi domestik.

“Tapi hanya fokus menghadapi laga demi laga, sekarang kami hanya fokus di liga karena tidak ada lagi pertandingan Liga Champions,” katanya.

Meski optimistis, Bojan tak menutup mata bahwa jalan menuju gelar ketiga berturut-turut akan lebih terjal. Setiap tim kini memburu Persib sebagai pemuncak klasemen. Tekanan datang bukan hanya dari rival, tetapi juga dari ekspektasi publik sendiri.

“Saya harap pada akhirnya kami bisa memenangi lagi ini (liga). Ini akan sulit, lebih sulit dari musim-musim sebelumnya, tapi kami tetap percaya bisa melakukan itu,” tegasnya.