Bandung –
Aksi premanisme menyasar bus wisatawan di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Polisi bergerak cepat menangkap pelaku pemalakan yang meresahkan tersebut.
Dalam video yang dilihat, Selasa (3/2/2026), tampak sebuah bus yang mengangkut rombongan wisatawan tengah melintasi area perkebunan teh. Kemudian, terlihat dua pria mengendarai sepeda motor secara berboncengan di pinggir jalan.
Motor tersebut tiba-tiba berputar balik mengejar bus. Tak lama kemudian, terdengar suara benturan keras dari arah luar yang membuat penumpang di dalam bus panik.
Aksi meresahkan itu terjadi di kawasan perkebunan teh Malabar, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Minggu (1/2/2026). Polisi yang melakukan penyelidikan berhasil meringkus pelaku berinisial FF (27).
“Sudah ditangkap pelakunya,” ujar Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono kepada, Selasa (3/2/2026).
Peristiwa bermula saat rombongan bus tersebut selesai berwisata di Nimo Highland dan hendak bertolak pulang.
“Iya, kejadiannya Minggu, 1 Februari 2026, sekitar sore hari. Jadi rombongan itu dalam perjalanan pulang usai berwisata,” kata Kapolsek Pangalengan Kompol Edi Pramana.
Saat di perjalanan, Edi mengungkapkan, pelaku mencoba memalak sopir bus. Karena sopir menolak, pelaku mengejar bus dan melakukan pelemparan batu.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Pelaku melakukan pelemparan batu ke arah bus tersebut,” ungkapnya.
Rombongan wisatawan yang ketakutan langsung melaporkan peristiwa tersebut melalui Call Center Polri 110. Laporan itu terhubung ke Polsek Pangalengan, dan petugas segera bergerak ke lokasi kejadian.
“Setelah pengecekan di TKP dan hasil interogasi di lapangan, saksi-saksi membenarkan telah terjadi pelemparan batu terhadap bus pariwisata oleh orang tak dikenal. Pelaku diketahui menggunakan sepeda motor jenis bebek merek Honda Beat warna hitam,” ucap Edi.
Polisi kemudian melakukan pengejaran. Pelaku akhirnya berhasil diamankan di Kampung Lebak, Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
“Pelaku utama inisial FF sudah kami amankan dan langsung dibawa ke Polsek Pangalengan untuk proses hukum lebih lanjut,” tegasnya.
