Bandung Barat –
Longsor menerjang Kampung Pasir Kuning, Pasir Kuda, dan Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Sekitar 48 rumah rusak dalam bencana tersebut. Kemudian ada 80 warga yang jadi korban, rinciannya 55 korban sudah ditemukan sementara 25 korban lainnya masih terus dicari oleh Tim SAR Gabungan.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Incident Commander (IC) penanganan longsor Cisarua, Ade Zakir, mengatakan saat ini pihaknya sudah mendapatkan data zonasi rumah warga di kawasan longsor Cisarua. Zonasi dibagi menjadi tiga, yakni terdampak, terancam, dan aman.
“Jadi kalau hasil pendataan awal ini, ada 80 rumah yang akan direlokasi. Rinciannya 46 rumah rusak karena gerakan tanah (longsor), kemudian 34 yang ada di zona merah atau terancam,” kata Ade Zakir saat ditemui, Jumat (30/1/2026).
Kemudian cukup banyak rumah yang ada di zona kuning alias di area aman. Kebanyakan pemiliknya ikut meninggalkan rumah untuk tinggal di pengungsian selama sepekan belakangan.
“Saat ini sedang kami pilah rumah per rumah. Namun, bagi yang berada di luar zona tersebut (terdampak dan merah), kami juga mengimbau agar segera kembali ke rumah masing-masing,” kata Ade Zakir.
Sebelum kembali ke rumah, pemerintah sedang memperbaiki saluran air bersih yang rusak diterjang longsor. Hal itu juga lah yang menjadi alasan banyak warga dari lokasi aman turut mengungsi.
“Kami juga menerima laporan masih adanya gangguan pada sarana air sehingga sumber air ke warga terputus. Oleh karena itu, kami menginisiasi pembuatan sumur bor. Berdasarkan data dari kepala desa, dibutuhkan sekitar 10 titik sumur bor,” kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.
