Bandung –
Kebakaran pabrik pengolahan plastik yang berada di Jalan Cibolerang, Kelurahan Margasuka, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung berhasil dipadamkan. Api padam setelah dilakukan penanganan hampir 8 jam oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DISDAMKARMATAN) Kota Bandung.
Dari informasi yang diterima, kebakaran ini terjadi pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas DISDAMKARMATAN Kota Bandung tiba pukul 15.11 WIB dan penanganan usai pukul 23.49 WIB.
Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Kurniawan mengatakan, kebakaran ini terjadi di sebuah gudang pengolahan plastik bekas.
“Kronologi, berdasarkan keterangan saksi bahwa kebakaran tersebut terjadi ketika aktivitas pengolahan di gudang tersebut sedang istirahat dan tidak beroperasional atau libur, namun masih ada pekerja yang sedang membereskan barang olahan plastik bekas atau bijih plastik rongsok,” kata Kurniawan, Sabtu (7/2/2026).
“Secara tiba-tiba langsung muncul kepulan asap disertai api yang semakin cepat membesar, terlihat api berasal dari tumpukan karung berisikan bijih plastik rongsok,” tambahnya.
Melihat kejadian tersebut saksi beserta pekerja lainnya mencoba memadamkan api dengan menggunakan APAR dan alat seadanya, namun api semakin membesar. Mereka kemudian melaporkan hal tersebut kepada DISDAMKARMATAN Kota Bandung dan Polsek Babakan Ciparay Polrestabes Bandung.
“Atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa hanya kerugian materil namun belum bisa di taksir jumlahnya,” ujar Kurniawan.
Sebelumnya, Kepala DISDAMKARMATAN Kota Bandung Soni Bakhtiyar mengatakan, belasan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam kejadian ini.
“Kita mengerahkan 19 unit pancar dan juga tanki. Ada bantuan juga dari Kabupaten Bandung, ada 4 pancar,” kata Soni.
Soni sebut, dalam kejadian ini hanya satu gudang alami kebakaran.
“Tempatnya adalah gudang plastik yang sudah dicacah menjadi bahan-bahan untuk gudang plastik. Ada satu gudang yang terbakar tapi luasannya memang cukup luas. Sehingga material plastik ini butuh penanganan khusus,” ungkapnya.
Soni juga menyebutkan, kesulitan petugas dalam melakukan penanganan kebakaran itu, selain bahan plastik yang mudah terbakar, Soni sebut akses ke TKP terbatas, begitupun dengan sumber air.
“Tidak bisa hanya menggunakan air tapi kita sudah menggunakan tipol. Memang akses masuk ke area pabrik ini cukup sulit dan sumber air pun agak sulit juga kita dapatkan,” ujarnya.
“Tapi syukur Alhamdulillah kita bisa menggunakan sumber air yang dari solokan yang ada di sekitar pabrik dan juga kita akan menggunakan sumber air di seberang tol untuk kecepatan pemadaman,” pungkasnya.
Video Kebakaran Pabrik Sandal di Medan Belum Juga Padam dari Kemarin“
