45 dari 80 Korban Longsor Cisarua Berhasil Teridentifikasi

Posted on

Bandung Barat

Sebanyak 80 warga di Kampung Pasir Kuda, Pasir Kuning, dan Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi korban bencana longsor yang menerjang kawasan tersebut.

Sebelas hari pascabencana pada Sabtu (24/1/2026), tim SAR gabungan telah mengevakuasi 83 kantong jenazah. Namun, berdasarkan data tim Disaster Victim Identification (DVI), baru 45 orang yang teridentifikasi sebagai warga setempat.

Saat ini, tim DVI Polda Jawa Barat telah mengidentifikasi total 61 kantong jenazah. Sisanya masih dalam proses pemeriksaan mendalam sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Jadi dari 61 body pack yang sudah teridentifikasi, 45 korban sesuai dalam daftar pencarian. Karena SMC menerima data dari IC itu sebanyak 80 DP (daftar pencarian),” kata SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, Selasa (3/2/2026).

Ade menjelaskan bahwa jumlah jenazah yang dievakuasi dari lokasi pencarian telah melebihi daftar pencarian (DP) awal. Meski demikian, operasi SAR tetap berlanjut hingga masa tanggap darurat berakhir pada 6 Februari mendatang.

“Jadi memang untuk body pack yang kita temukan sudah melebihi DP. Bisa saya jelaskan, jadi ada beberapa body pack yang sudah diidentifikasi oleh tim DVI, itu namanya tidak ada dalam daftar 80 korban yang diinformasikan IC. Artinya kita ketahui bersama bahwa hal ini bisa terjadi karena pas kejadian, mungkin ada yang di luar warga setempat,” jelas Ade Dian.

Meskipun jumlah jenazah yang dievakuasi melebihi daftar pencarian, proses operasi tetap dilanjutkan berdasarkan hasil koordinasi dengan IC dan tim DVI.

“Tren penemuan bodypack memang sudah melebihi dari jumlah DP yang masuk dalam pencarian. Sehubungan dengan kondisi tersebut, SMC telah berkonsolidasi dengan IC dan perwakilan DVI dan atas direktif penuh Kepala Basarnas selaku SAR koordinator, maka disepakati bahwa operasi pencarian akan tetap dilanjutkan hingga masa tanggap darurat selesai,” ungkap Ade Dian.

“Namun, daftar DP tidak lagi menjadi target absolut, melainkan digunakan sebagai data pembanding dalam evaluasi operasi. Kami mohon pengertian dan kerjasama semua pihak terkait dinamika dan data kondisi lapangan yang terus berkembang,” imbuhnya.