Zona Baru TPA Sarimukti Nyaris Penuh, Minta Daerah Kurangi Sampah

Posted on

Zona 5 atau zona baru pembuangan sampah di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terancam penuh lebih cepat dari perkiraan.

Berdasarkan Detail Engineering Design (DED), zona seluas 6,3 hektare tersebut disiapkan untuk menampung 2 juta ton sampah. Guna mengantisipasi kelebihan beban, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan skema pembatasan pembuangan sampah dari wilayah Bandung Raya.

Zona tersebut awalnya diproyeksikan bertahan hingga dua tahun ke depan. Namun faktanya, laporan visual pengelola menunjukkan area tersebut sudah nyaris penuh, meski baru beroperasi sejak Mei 2025.

“Kalau dari visual memang sudah hampir penuh karena tinggal satu level lagi. Namun secara teoretis masih aman, kapasitasnya baru terisi 30 persen berdasarkan data truk masuk dan timbangan,” kata Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional DLH Jawa Barat, Arief Perdana, saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).

Arief menjelaskan, pihaknya akan melakukan pemadatan serta pengomposan sampah agar ‘nyawa’ zona 5 bisa lebih panjang. Tahun ini, pengelola juga berencana menambah alat berat baru sebagai upaya penataan.

“Upaya kita tahun ini adalah mengoptimalkan penataan sampah. Kami akan menambah alat berat karena keterbatasan sarana saat ini membuat pengelolaan belum maksimal,” ujarnya.

Pengelola TPA Sarimukti telah lama memberlakukan pembatasan pembuangan sampah bagi daerah di Bandung Raya menggunakan sistem penghitungan tonase. Jatah pembuangan untuk Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Sekda Provinsi Jawa Barat Nomor: 6174/PBLS.04/DLH.

Dalam SE tersebut, Kota Bandung mendapat kuota maksimal 13.738 ton per dua minggu. Sementara itu, Kabupaten Bandung dijatah 3.925 ton, serta Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat masing-masing sebesar 1.668 ton per dua minggu.

“Kami batasi per 14 hari karena penghitungan harian cukup rumit. Jadi, kuota maksimal per dua minggu sudah ditetapkan untuk tiap daerah,” tutur Arief.

Pemprov Jabar juga meminta pemerintah daerah mengoptimalkan pemilahan sampah di wilayah masing-masing. Langkah ini dinilai krusial untuk mengurangi beban sampah yang dibuang ke Sarimukti.

“Kami sangat berharap ada pengurangan volume sampah dari tingkat kabupaten dan kota melalui gerakan pemilahan,” pungkasnya.