Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya belum melakukan verifikasi standar keselamatan terhadap operator wahana olahraga air (water sport) di Pantai Buffalo, Cipatuguran, Palabuhanratu. Pernyataan ini muncul menyusul insiden kecelakaan jetski yang menewaskan seorang wisatawan mancanegara asal Arab Saudi, Senin (5/1).
Ali menegaskan, kewenangan Dinas Pariwisata bukan pada penerbitan izin usaha, melainkan pada proses verifikasi standar operasional setelah pelaku usaha memiliki legalitas dasar.
“Ya bukan dari kita (izinnya), kita mah hanya memverifikasi. Tapi belum ada, belum sampai ke kita,” ujar Ali saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, perizinan usaha pariwisata dengan tingkat risiko menengah hingga tinggi dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Setelah pelaku usaha mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), tahapan selanjutnya adalah verifikasi Sertifikat Standar oleh dinas teknis, termasuk Dinas Pariwisata.
“Tugasnya (kami) kan Sertifikat Standar ya. Sertifikat Standar itu memverifikasi kaitan dengan ketentuan norma, merujuk kepada Peraturan Menteri Pariwisata,” jelasnya.
Ali membenarkan bahwa wahana water sport di Pantai Buffalo masuk dalam daftar usaha pariwisata yang menjadi perhatian dinas. Namun, hingga insiden terjadi, proses verifikasi standar keselamatan belum diselesaikan.
“Lokasi di Buffalo (Cipatuguran) ini yang sedang kena musibah itu,” ujar Ali, merujuk pada operator tempat kecelakaan terjadi.
Selain persoalan legalitas dan standar keselamatan, Ali juga menanggapi kritik publik terkait video evakuasi korban yang sempat viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, proses penanganan korban dinilai tidak mengikuti prosedur medis yang semestinya dan berpotensi memperparah kondisi korban.
“Macam tadi itu misalnya, kan juga dikritisi tuh banyak pihak, bagaimana cara menangani korban agar kemudian tidak menambah cedera dan lain sebagainya. Tentu jadi tugas kita-lah,” kata Ali.
Sebagai respons atas insiden ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi berencana melakukan langkah mitigasi dengan melibatkan sejumlah pihak terkait. Pendampingan dan evaluasi akan dilakukan bersama Balawista, Polairud, dan Basarnas guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Saya insyaallah paling lambat di minggu ini kita akan kumpulkan mereka, melakukan pendampingan bersama Balawista, Polairud, dan Basarnas. Agar kemudian tidak terulanglah,” pungkasnya.







