Garut –
Musim mudik di momen Lebaran Idulfitri 2026 telah tiba. Bagi kalian, detikers yang hendak melintasi jalur mudik Garut, kenali medannya dan waspadai sejumlah titik rawan kecelakaan hingga bencana alam berikut ini.
Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah yang dilintasi banyak pemudik setiap tahunnya menjelang Idul Fitri. Sebab, Garut menjadi salah satu daerah penghubung antara kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung, dengan berbagai kota lainnya di Jawa Barat bagian selatan hingga ke Jawa Tengah.
Di musim mudik kali ini, seribuan personel gabungan siap untuk mengamankan jalannya arus mudik dan balik. Mereka akan memandu para pengendara yang melintas di jalur Garut agar aman.
“Kami mengerahkan seribuan personel untuk mengamankan mudik. Ini adalah gabungan, dari Polres Garut, TNI, Brimob, Pemkab Garut hingga relawan ” ucap Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto.
Salah satu catatan pemerintah di musim mudik kali ini, adalah terkait cuaca. Saat ini, di Garut sendiri kerap turun hujan yang tidak terduga. Baik pagi, siang, sore bahkan malam hari.
Hal tersebut harus diantisipasi, karena mayoritas jalur mudik yang ada di wilayah Garut berada di daerah dengan kondisi alam seperti pegunungan dan perbukitan, yang membuatnya rawan terjadi bencana seperti banjir dan longsor.
“Kami sudah melakukan antisipasi, berkolaborasi dengan BPBD. Namun, kami imbau agar pemudik untuk waspada dan berhati-hati,” ucap Yugi.
Berdasarkan catatan, setidaknya ada 6 titik rawan di jalur mudik Garut, yang berpotensi terjadi bencana alam. Yang pertama, terletak di kawasan Jalur Limbangan-Malangbong, tepatnya di kawasan Sasak Beusi yang rawan terjadi banjir.
Banjir juga berpotensi terjadi di kawasan Warung Peuteuy di Jalan Raya Bandung-Garut, yang dilintasi pemudik dari arah Bandung menuju perkotaan Garut via Nagreg, serta di kawasan Cisurupan, Jalan Raya Garut-Cikajang yang menjadi jalur menuju tempat wisata pantai selatan.
Tiga titik lainnya, yakni di kawasan Gunung Gelap Jalan Raya Garut Pameungpeuk, Jalan Raya Talegong-Cisewu dan Jalan Raya Garut-Tasikmalaya merupakan kawasan rawan longsor.
Selain 6 titik berpotensi rawan terjadi bencana alam, di jalur mudik Garut juga setidaknya terdapat lima titik rawan kecelakaan.
Yang pertama, berlokasi di Jalan Raya Limbangan, tepatnya di kawasan Cigagade. Jalur ini merupakan jalanan mulus yang biasa dilalui pemudik dari arah Bandung menuju Tasikmalaya via Nagreg.
Di titik ini, rawan terjadi kecelakaan karena kendaraan yang melintas mayoritas berkecepatan tinggi dengan jalan mulus yang berkelok.
Selanjutnya, titik rawan kecelakaan di jalur ini berada di kawasan Sasak Beusi, yang berlokasi di Jalan Raya Limbangan-Malangbong dengan tipikal jalan yang sama dengan kawasan Cigagade.
Masih di jalur mudik Limbangan, titik rawan kecelakaan selanjutnya terdapat di Tanjakan Andir yang berada di wilayah Malangbong. Jalan raya di kawasan ini menanjak menuju arah Tasikmalaya.
Kecelakaan biasanya melibatkan kendaraan bermotor yang menyalip terlalu tengah, dan kendaraan yang tidak prima seperti terekam i bus atau truk yang gagal menanjak.
Dua titik rawan kecelakaan lainnya berada di wilayah jalur mudik lain, yakni di kawasan Lebak Jero, Jalan Raya Garut-Bandung Kadungora yang merupakan akses utama masuk perkotaan Garut dari Bandung via Nagreg, serta di wilayah Jalan Raya Garut-Tasikmalaya, tepatnya di kawasan Cilawu.
