Waspada Super Flu, Ini 5 Herbal Ampuh Jaga Imunitas

Posted on

Masih musim penghujan, fenomena ‘Super Flu’ kini tengah melanda. Banyak masyarakat mengeluhkan gejala flu yang lebih lama sembuh dan tubuh yang mudah drop.

Di tengah gempuran virus influenza A tipe H3N2 ini, penggunaan herbal menjadi tren gaya hidup sehat. Pemilihan herbal sebagai bagian dari upaya menangkal super flu dinilai lebih aman dan rendah risiko efek samping.

Indonesia, negara yang kaya akan obat-obatan tradisional berbasis herbal. Namun, di antara sekian banyak bahan-bahan obat alami itu, infoJabar merangkum sejumlah lima di antaranya. Apa saja? Simak yuk!

Kita tidak tahu kapan super flu akan menyerang, karenanya, mengonsumsi rebusan herbal tidak harus menunggu ketika sakit menerjang badan. Mengonsumsi herbal boleh saat ini juga sebagai upaya pencegahan.

‘Raja Pahit’ Sambiloto (Andrographis paniculata) mengandung banyak manfaat untuk kesehatan dan ‘anti-virus’. Sambiloto punya kandungan anti-piretik yang dapat membantu sel darah putih bekerja lebih agresif menghancurkan virus flu.

Selain itu, anti-piretik berkerja sama dengan hipotalamus di otak untuk mengirimkan sinyal ke tubuh agar suhu tubuh kembali normal ketika demam mendera. Lebih dari itu, Sambiloto yang punya sifat anti-inflamasi yang menenangkan tenggorokan yang merah dan nyeri.

Rimpang yang satu ini, jangan diragukan lagi khasiatnya. Berbeda dengan jahe biasa yang umum digunakan sebagai bumbu masakan (emprit), jahe merah memiliki kandungan gingerol dan shogaol yang lebih tinggi.

Gingerol adalah senyawa bioaktif utama yang ditemukan dalam jahe segar. Secara kimiawi, ia merupakan kerabat dekat dari capsaicin (zat pedas pada cabai) dan piperine (pada lada hitam).

Inilah alasan mengapa jahe memberikan sensasi pedas dan hangat yang khas saat kita mengonsumsinya. Dalam jahe merah, konsentrasi gingerol ini jauh lebih tinggi dibandingkan jahe emprit atau jahe gajah, itulah sebabnya jahe merah terasa lebih ‘nendang’. Jahe merah juga lebih wangi daripada jahe emprit.

Secara khasiat, jahe merah sangat cocok untuk mengencerkan dahak dan memberikan efek hangat pada tenggorokan dan melegakan paru-paru yang sesak akibat udara lembap.

Meniran (Phyllanthus niruri) tidak bisa dilewatkan dalam deretan herbal yang cocok untuk menangkan influenza. Kerabat tanaman Malaka ini, merupakan pembagus sistem imun.

Jika Sambiloto adalah senjatanya, maka Meniran adalah ‘komandan’ sistem imun. Meniran bekerja mempercepat respon sistem kekebalan tubuh sehingga virus tidak sempat berkembang biak terlalu lama di dalam sel.

Di Indonesia, tanaman ini tumbuh liar dan sangat mudah ditemukan di pinggir jalan, lapangan, atau sela-sela ubin. Daunnya kecil-kecil berbentuk bulat lonjong yang tersusun majemuk, dan di bawah tangkai daunnya terdapat biji-biji kecil yang berderet.

Meniran punya sifat imunomodulator. Sederhananya, Meniran ‘mendidik’ sistem imun. Jika imun lemah, ia akan menaikkannya, sebaliknya jika imun terlalu agresif (seperti pada kasus radang hebat), ia membantu menyeimbangkannya.

Siapa sih yang tidak kenal rimpang ini? Bahan utama pembuatan jamu untuk kesehatan lambung dan organ dalam lainnya. Mengonsumsinya sebagai obat juga relatif mudah, hanya memarutnya, menggodok, lalu air perasannya diminum.

Saat terserang flu berat, seperti Super Flu, peradangan terjadi di seluruh tubuh. Kurkumin dalam kunyit berfungsi sebagai antioksidan kuat yang melindungi fungsi hati dan jantung dari stres akibat infeksi virus yang berkepanjangan.

Kunyit banyak macamnya. Kunyit untuk bumbu masak juga bisa dipakai sebagai obat. Namun, di antara jenis kunyit, ada yang dinamakan kunyit putih. Rasanya memang pahit dan ‘pengar’, tetapi dampak yang dirasakan tubuh ‘lebih manis daripada madu’.

Sering terdengar ungkapan sederhana yang menjadi resep sederhana untuk sembuh dari influenza: Makan yang banyak, minum air hangat, dan tidur. Memang, asupan makanan yang baik dan proporsional bisa membuat tubuh lekas pulih dari flu.

Namun, terkadang ketika sakit, badan seperti hilang nafsu makan. Bagaimana caranya? Konsumsi rebusan rimpang temulawak bisa mengembalikan nafsu makan.

Temulawak membantu menjaga fungsi pencernaan dan menjaga kondisi liver agar tubuh tetap memiliki energi untuk proses pemulihan. Di luar faedahnya untuk nafsu makan, temulawak juga mengandung Germakron.

Germakron (Germacrone) bersifat antivirus dan sering digunakan dalam riset kesehatan pernapasan. Germakron membantu meredakan pembengkakan di saluran napas dan memiliki efek pelindung pada jaringan paru-paru.

Demikian herbal pilihan untuk cegah super flu. Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan ya infoers. Semoga artikel ini membantu!

5 Herbal Terbaik untuk Cegah Super Flu

1. Sambiloto

2. Jahe Merah

3. Meniran

4. Kunyit

5. Temulawak

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi