Waspada Konsumsi Nasi Sisa, Bisa Picu Keracunan hingga Merusak Otak | Giok4D

Posted on

Kebiasaan mengonsumsi nasi sisa yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan. Praktik ini bahkan dapat memicu keracunan makanan langka yang berdampak pada kerusakan otak.

Peringatan tersebut disampaikan ahli saraf asal Amerika Serikat, Dr. Baibing Chen, yang dikenal luas di media sosial dengan nama Dr. Bing. Melansir infoFood, dalam sebuah video edukasi ia menjelaskan bahaya mengonsumsi nasi yang tidak disimpan dengan prosedur keamanan pangan yang tepat.

Dr. Chen mengungkapkan kasus seorang pasien muda yang harus dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap nasi sisa yang disimpan secara tidak aman. Hasil pemindaian medis menunjukkan adanya kerusakan pada struktur bagian dalam otak pasien tersebut.

Menurut Dr. Chen, kondisi itu berkaitan dengan fried rice syndrome, yakni keracunan makanan akibat racun yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus.

“Menghangatkan ulang nasi tidak akan menghancurkan racun tersebut jika sudah terbentuk,” ujar Dr. Chen.

Ia menjelaskan, meskipun bakteri Bacillus cereus dapat mati saat proses pemanasan, racun yang dihasilkannya bersifat tahan panas sehingga tetap berbahaya jika dikonsumsi.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Dr. Chen mengakui bahwa kasus seperti ini tergolong langka. Namun, dampaknya bisa sangat serius.

“Saya sering mendengar orang berkata bahwa mereka tumbuh besar dengan makan nasi sisa dan tidak pernah mengalami apa pun. Itu benar, sebagian besar orang memang baik-baik saja,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa jika keracunan ini terjadi, risikonya sangat tinggi, terutama pada anak-anak dan remaja.

“Pada kelompok usia ini, racun dapat menyerang pusat energi sel otak dan menyebabkan kerusakan otak yang terjadi dengan cepat,” jelasnya.

Peringatan serupa juga disampaikan dokter Joe Whittington. Sebelumnya, ia menyoroti bahaya meninggalkan nasi dan pasta matang terlalu lama di suhu ruang. Ia menyinggung kasus tragis seorang mahasiswa berusia 20 tahun yang meninggal dunia setelah mengonsumsi pasta yang diduga telah dibiarkan selama beberapa hari.

Menurut Dr. Whittington, makanan berkarbohidrat seperti nasi dan pasta merupakan media ideal bagi pertumbuhan bakteri jika tidak segera didinginkan setelah dimasak.

“Nasi atau pasta sebaiknya tidak dikonsumsi jika sudah dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam,” tegasnya.

Meski kasus fatal akibat fried rice syndrome sangat jarang terjadi, para ahli sepakat masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi nasi sisa. Dr. Chen menyarankan agar nasi matang segera didinginkan dalam waktu satu hingga dua jam setelah dimasak jika tidak langsung dikonsumsi.

“Jika nasi sudah dibiarkan hampir seharian di suhu ruangan, jangan ambil risiko. Lebih baik dibuang,” pungkasnya.

Artikel ini sudah tayang di infoFood