Cianjur –
Peredaran obat terlarang di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur mulai dilakukan secara terang-terangan di momen bulan Suci Ramadan. Bahkan pengedar berjualan di trotoar, tak lagi menjadikan kios atau warung makan sebagai kamuflase.
Salah satunya terjadi di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Pacet. Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria bertopi duduk di tengah trotoar.
Di sekelilingnya, tampak beberapa remaja, baik laki-laki ataupun perempuan membeli obat terlarang dari pria bertopi tersebut.
Meskipun banyak yang menyaksikan transaksi tersebut, penjual dan pembeli tak merasa khawatir dan tetap melanjutkan transaksi.
Eneng (bukan nama sebenarnya), mengatakan awalnya dia dan temannya berjalan di trotoar untuk menunggu waktu berbuka puasa. Saat beristirahat, dirinya melihat aktivitas atau transaksi obat terlarang.
“Dikira memang sedang nongkrong di situ, karena kan yang pakai topi itu duduk pakai kursi. Tapi setelah diperhatikan, ternyata pria yang bertopi bawa paket berisi obat pada setiap yang beli,” kata dia, Jumat (6/3/2026).
Menurut dia, meskipun dilakukan di trotoar dengan terhalang rumput taman pembatas jalan, tapi lokasi tersebut mencolok dan aktivitasnya terlihat.
“Jadi udah terang-terangan jualan saja itu. Tidak secara sembunyi-sembunyi atau yang kita tahu kan kamuflasenya jadi kios atau warung,” kata dia.
Dia menuturkan, kebanyakan pembeli juga masih berusia remaja. “Ini yang miris, selama sejam saya di situ memperhatikan yang beli itu kebanyakan remaja. Dan ini di bulan Ramadan, tapi terjadi transaksi obat terlarang,” kata dia.
Dia berharap segera ada penertiban dan penindakan terhadap pengedar obat terlarang di Kabupaten Cianjur yang dinilai sudah semakin berani.
“Setahu saya obat-obatan merusak generasi muda. Makanya harus ditindak sampai ke akar-akarnya,” kata dia.
Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti informasi tersebut.
“Kita akan terus melakukan Penindakan. Bagi para pengedar bersiap untuk ditangkap dan lebaran di sel tahanan,” kata dia.
Menurut dia, penindakan terhadap peredaran obat terlarang menjadi salah satu fokus Polres Cianjur di bulan suci Ramadhan ini.
“Bahkan dalam beberapa hari terakhir juga kami amankan sejumlah pelaku peredaran obat terlarang di Karangtengah. Dan kami akan tindak juga yang informasinya ada di lokasi lainnya,” kata dia.
Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak menjadi penyalahgunaan narkoba atau obat terlarang. “Jauhi obat terlarang atau narkoba, jika menjadi penyalahgunaan siap-siap juga lebaran di tempat rehabilitasi,” pungkasnya.







