Warga Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, digegerkan dengan penemuan mayat pria berinisial VNA (20) di sebuah parit kebun, Sabtu (17/1/2026). Polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Jasad pria yang berprofesi sebagai petani itu ditemukan tepatnya di Kampung Perum, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan. Polisi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Iya benar, ada kejadian penemuan mayat sekitar jam 11.00 WIB oleh warga,” ujar Kapolsek Pangalengan Kompol Edi Pramana kepada infoJabar.
Polisi telah mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan autopsi. Edi menduga kuat pria tersebut merupakan korban pembunuhan. “Masih lidik untuk motif dan kejadiannya. Ada dugaan korban pembunuhan,” katanya.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Peristiwa ini bermula saat seorang petani berinisial DR (45) tengah merawat tanaman kol miliknya. Saat itu, DR tidak sengaja melihat ke arah parit air dan menemukan sepasang kaki manusia dalam posisi tersungkur.
“Posisi kepala di bawah dan tertutup dedaunan. Di dekatnya terdapat galon merek Le Minerale yang ada bekas dibakar,” jelas Edi.
Terkejut melihat mayat tersebut, DR langsung bergegas melaporkan temuan itu kepada saksi lain, EH (47). Keduanya kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat pemerintahan desa dan pihak kepolisian setempat.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. “Kami masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya.
Peristiwa ini bermula saat seorang petani berinisial DR (45) tengah merawat tanaman kol miliknya. Saat itu, DR tidak sengaja melihat ke arah parit air dan menemukan sepasang kaki manusia dalam posisi tersungkur.
“Posisi kepala di bawah dan tertutup dedaunan. Di dekatnya terdapat galon merek Le Minerale yang ada bekas dibakar,” jelas Edi.
Terkejut melihat mayat tersebut, DR langsung bergegas melaporkan temuan itu kepada saksi lain, EH (47). Keduanya kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat pemerintahan desa dan pihak kepolisian setempat.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. “Kami masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya.






