Warga Keluhkan Kabel Semrawut di Kabupaten Bandung: Takut Ada Korban

Posted on

Kabupaten Bandung

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi kabel telekomunikasi yang semrawut di berbagai wilayah di Kabupaten Bandung. Selain dinilai mengganggu estetika kota, kabel yang menjuntai juga dianggap membahayakan pengguna jalan.

Pantauan di lapangan, Rabu (11/3/2026), kabel-kabel tersebut terlihat di sejumlah wilayah seperti Bojongsoang, Dayeuhkolot, Baleendah, Banjaran hingga Soreang. Beberapa kabel bahkan terlihat menggantung rendah hingga mendekati badan jalan.

Salah seorang warga Bojongsoang, Asep Kurnadi (41), mengatakan kondisi kabel yang tidak tertata rapi semakin terlihat seiring meningkatnya pembangunan jaringan telekomunikasi.

“Iya saya setiap lewat Jalan Raya Bojongsoang, kelihatannya kabel itu semrawut banget. Terus banyak tiang-tiang yang berdiri, jadi trotoar itu sempit dan susah dilintasi kalau jalan kaki,” kata Asep.

Menurutnya, kabel yang menggantung rendah berpotensi tersangkut kendaraan besar seperti truk atau bus yang melintas.

“Kalau kabel yang menggantung itu ya khawatir bisa kena mobil atau motor yang lagi lewat. Takutnya bisa menimbulkan korban juga,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan warga Dayeuhkolot, Indra Sumarna (48). Ia mengaku keberadaan kabel yang tidak tertata rapi membuat kawasan tersebut terlihat semrawut dan mengganggu kenyamanan warga.

“Iya di Dayeuhkolot juga sama, kabel-kabelnya enggak rapi. Jadi enggak enak dilihat saja,” ungkapnya.

Indra berharap pemerintah daerah segera menertibkan kabel-kabel tersebut agar masyarakat dapat melintas dengan aman.

“Kalau harapannya bisa dirapikan saja. Jadi warga lewat bisa aman, enggak takut kena kabel. Kalau sampai kesetrum kan bisa timbul korban,” katanya.

Penyebab Kabel Semrawut

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Bandung Teguh Purwayadi mengatakan perkembangan jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut meningkat pesat setelah pandemi COVID-19.

Menurutnya, tingginya kebutuhan layanan internet mendorong penyedia layanan membangun jaringan fiber optik secara masif di berbagai wilayah.

“Dengan banyaknya permintaan membuat para provider membangun jaringan fiber optik di berbagai wilayah sehingga pembangunan dilakukan secara masif,” kata Teguh.

Ia mengakui kondisi tersebut menyebabkan kabel udara di sejumlah titik terlihat tidak rapi dan menumpuk di tiang utilitas.

“Iya memang di beberapa titik kita melihat kondisi kabel udara cukup semrawut, menumpuk di tiang utilitas. Bahkan ada yang menggantung rendah sehingga berpotensi mengganggu estetika kota dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Teguh menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah pertumbuhan jaringan telekomunikasi yang sangat cepat, sementara regulasi teknis di tingkat daerah terkait penataan kabel udara fiber optik belum tersedia secara khusus.

Akibatnya, pembangunan jaringan lebih banyak mengikuti kebijakan masing-masing penyedia layanan sehingga pemasangan kabel di lapangan kurang terkoordinasi.

Saat ini, pihaknya bersama perangkat daerah lain telah melakukan inventarisasi dan pemetaan jaringan telekomunikasi di wilayah Kabupaten Bandung, khususnya di sepanjang jalan utama dan pusat aktivitas masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mengkaji pembangunan sistem jaringan utilitas yang lebih terintegrasi, termasuk rencana pembangunan jalur kabel bawah tanah yang dapat digunakan bersama oleh berbagai penyedia layanan.

“Sebagai langkah awal, rencana pembangunan ducting akan diprioritaskan terlebih dahulu di kawasan Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai proyek percontohan,” kata Teguh.

Pemerintah Kabupaten Bandung juga berencana menyusun regulasi atau pedoman teknis penataan jaringan utilitas telekomunikasi agar pemasangan kabel dapat dilakukan secara lebih tertib dan terkoordinasi.

“Ke depan regulasi atau pedoman teknis penataan jaringan utilitas telekomunikasi menjadi kebutuhan penting agar pembangunan jaringan tetap mendukung konektivitas digital tetapi juga tertib, aman, dan estetis,” tegasnya.

Teguh memastikan penataan jaringan kabel nantinya tidak akan mengganggu layanan internet masyarakat karena akan dilakukan secara bertahap dan melalui koordinasi dengan para penyedia layanan.

“Penataannya akan dilakukan secara bertahap dan melalui koordinasi dengan provider sehingga layanan internet untuk sekolah, UMKM, perkantoran maupun masyarakat tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.