Wanti-wanti BMKG soal Cuaca Buruk di Jabar

Posted on

Bandung

Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Jawa Barat pada Rabu (4/3/2026). Dari pesisir selatan Sukabumi hingga jantung Kota Bandung, cuaca ekstrem membuat atap rumah terangkat, bangunan rusak, hingga pohon-pohon besar tumbang menutup jalan.

Di kawasan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, angin kencang membuat warga panik dan berlarian menyelamatkan diri. Salah satu wilayah terdampak adalah Perumahan Frinanda. Risa, warga setempat jadi saksi saat angin kencang menerpa perumahannya.

“Tiba-tiba gelap terus angin bergemuruh kencang sekali. Saya lihat ke arah rumah depan, atap baja ringannya itu sudah terangkat-angkat, suaranya berisik sekali, bunyi seng yang beradu dan seolah mau lepas dari rangkanya,” ungkap Risa.

Tak hanya perumahan, angin kencang juga merusak bangunan di pinggir jalan Cipatuguran. Sebuah bangunan dua lantai bercat hijau rusak parah di bagian atap dan lantai atasnya. Rangka bangunan tampak porak-poranda, sementara atap genteng metal berwarna merah ambruk menutup sebagian area depan kios.

“Pas angin besar tadi, itu warung kelontongan yang buka 24 jam. Alhamdulillah tidak ada korban,” ungkap Majid, warga di lokasi.

Hujan deras disertai angin kencang juga menerjang Kota Sukabumi. Hingga sore hari, sedikitnya sembilan pohon tumbang dan 13 rumah mengalami kerusakan atap. Saat ini petugas BPBD masih melakukan penanganan terhadap pohon yang tumbang itu.

“Sekitar pukul 12.00 terjadi hujan disertai angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang di 9 titik dan kerusakan atap rumah di 13 titik. Sementara tim satgas masih di lapangan melakukan penanganan dan asesmen,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Joseph Sabaruddin.

Sejumlah ruas jalan terdampak pohon tumbang di antaranya Jalan Lingkar Selatan, Jalan Letda T Asmita, hingga kawasan Lembursitu. Meski kerusakan cukup banyak, tidak ada laporan korban jiwa.

“Sejumlah titik pohon tumbang telah selesai ditangani, sementara lainnya masih dalam proses evakuasi material pohon oleh petugas gabungan,” ujarnya.

Sementara itu di Kota Bandung, pohon-pohon besar tak mampu menahan terpaan angin. Di Jalan Soekarno-Hatta arah Cibiru, tepatnya dekat Apartemen Panoramic, batang pohon tumbang menutup lajur kiri jalan dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

“Hujannya sebentar, tapi anginnya kenceng banget, sampai pohon di sini tumbang,” kata Aki, warga di lokasi.

Insiden serupa terjadi di Jalan Ciungwanara dan Jalan Sulanjana. Sebuah mobil CRV yang melintas dari arah BIP menuju Dago tertimpa pohon setinggi sekitar 12 meter.

Komandan Regu Pleton 2 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Sendi, mengatakan peristiwa itu terjadi saat angin bertiup sangat kuat. Meski mobil mengalami kerusakan, dua penumpang di dalamnya selamat.

“Tadi cuaca cukup kencang anginnya, sehingga menumbangkan pohon. Kurang lebih ketinggiannya 12 meter,” kata dia.

“Alhamdulillah untuk korban luka atau jiwa tidak ada, hanya mobil saja yang tertimpa,” ucap dia.

Penjelasan BMKG: Atmosfer Labil dan MJO Aktif

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan deras disertai angin kencang dan kilat masih akan terjadi di Jawa Barat dalam sepekan ke depan.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan dinamika atmosfer saat ini mendukung pertumbuhan awan konvektif secara signifikan.

“Potensi terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Jawa Barat, dan kondisi labilitas atmosfer pada kategori ringan hingga kuat. Semua faktor tersebut mendukung peningkatan potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal di wilayah Jawa Barat,” kata Teguh.

Ia menambahkan, suhu muka laut yang relatif hangat serta aktifnya gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Low Frequency turut memperkuat pembentukan awan hujan.

“Potensi hujan sedang hingga lebat atau sangat lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat,” ucapnya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat dan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, hingga pohon tumbang.

“Tetap tenang namun siaga, mengenali risiko di lingkungan sekitar, serta selalu memperbarui informasi cuaca dan mengikuti arahan serta protokol evakuasi dari pemerintah daerah apabila terjadi bencana,” imbaunya.