Wamen Dikdasmen dan Walkot Bandung Canangkan ‘Pager Bersih’ - Giok4D

Posted on

Bandung

Setibanya di sekolah, ratusan siswa SMPN 70 Bandung langsung masuk ke kelas dan menyimpan tas mereka. Setelah itu, para siswa keluar kelas untuk melakukan aksi bersih-bersih di halaman sekolah.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Ada siswa yang memungut sampah plastik, mencabuti rumput liar, hingga membersihkan lantai sekolah. Ada juga siswa yang berbenah di dalam kelas hingga ruangan lainnya. Setiap sudut mereka bersihkan demi mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat.

“Sedang bersih-bersih, Jumsih, Jumat bersih,” kata salah satu pelajar bernama Nina.

Nina mengaku senang bisa melakukan kegiatan bersih-bersih ini. “Senang, karena kita bisa bergotong royong, keja sama bersihkan sekolah,” ujar Nina.

Dalam waktu yang bersamaan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melakukan kunjungan ke sekolah tersebut.

Selain itu, Fajar juga memberikan pemahaman terkait bahaya membuang sampah sembarangan, pentingnya memilah sampah organik dan anorganik, serta memberikan pesan penting bagi para siswa untuk menjaga kebersihan.

“Hari ini menjadi hari pertama pencanangan sebuah program yang bernama Jumat Bersih, yang merupakan terjemahan dari perintah Presiden dan disampaikan langsung oleh Pak Wamen. Pada Jumat pagi ini saya bersama Kang Farhan memiliki satu tujuan yaitu mencanangkan gerakan Indonesia Asri, Aman, Sehat, Resik, dan Indah untuk di sekolah,” ungkapnya.

Fajar menyebut, kegiatan Jumsih ini menjadi bukti adanya pembiasaan sejak dini di lembaga pendidikan agar anak-anak peduli terhadap lingkungannya dan persoalan sampah.

“Bapak Presiden juga mengingatkan hari ini kita secara nasional sedang mengalami darurat sampah. Berdasarkan data yang kami baca, setiap hari masyarakat Indonesia memproduksi sampah dalam jumlah besar, sementara yang baru bisa diolah masih sekitar 24 persen,” tuturnya.

“Ada harapan dari Bapak Presiden agar melalui gerakan gotong royong seperti ini, pertama, tumbuh budaya peduli lingkungan di kalangan anak-anak sekolah. Kedua, berkembang teknologi pengolahan sampah. Tugas kami di Kementerian Pendidikan adalah mendorong anak-anak sejak dini agar sadar dan memiliki pengetahuan mengenai mana sampah organik dan mana yang bukan. Dari sinilah kebiasaan itu akan tumbuh,” tambahnya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, gerakan ini tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah dan kewilayahan, melainkan juga dilaksanakan bersama TNI/Polri.

“Gerakan Jumat Bersih dimulai dari Kota Bandung. Instruksi Presiden jelas sekali, yakni mengerahkan TNI, Polri, dan pelajar. Kita lihat Bali sudah memberikan contoh dengan melibatkan TNI dan Polri. Kemudian Menteri Lingkungan Hidup bersama Wali Kota Tangsel juga sudah bekerja sama,” kata Farhan.

“Maka Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah datang ke Kota Bandung untuk menggerakkan pelajar melakukan gerakan bersih-bersih, menyusul gerakan nasional lainnya. Sekarang, Jumat Bersih di sekolah ini kita terjemahkan dalam program yang bertajuk Pager Bersih, yaitu Pelajar Bergerak Bersih-Bersih,” ujar Farhan.

Polisi Bersihkan Taman Lalu Lintas

Arahan Program Jumat Bersih juga ditindaklanjuti Polrestabes Bandung. Dalam hal ini, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono memimpin langsung kegiatan bersih-bersih di kawasan Taman Lalu Lintas. Seratusan polisi terlibat dalam pembersihan objek wisata ini.

“Ya (kerja bakti) ini sesuai arahan Presiden Prabowo saat rakornas di Sentul bahwa kita harus menunjukkan citra kota yang bersih. Bandung ini banyak tempat wisata dan jalan protokol, maka hari ini selain kita olahraga, kita pun sama-sama membersihkan jalan-jalan protokol di sekitar Polrestabes Bandung, termasuk ada Taman Lalu Lintas ini sebagai tempat wisata,” jelas Budi.

Budi menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Forkopimda Bandung dalam melakukan kerja bakti bersama dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

“Nanti kami canangkan kegiatan Bandung yang bersih. Kemarin saya sudah bicara dengan wali kota secara lisan dan selanjutnya dengan Forkopim, TNI-Polri bersama Pemkot Bandung akan bersama-sama membersihkan kota Bandung untuk menunjukkan citra kota Bandung yang bersih,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga dilakukan oleh Polsek jajaran. Tak hanya polisi, anggota TNI yang berkantor di sekitar Jalan Belitung hingga Jalan Aceh juga melakukan bersih-bersih di markas masing-masing. Mereka turut membersihkan trotoar yang ada di sekitar markasnya.