Walkot Farhan soal Peluang Bandung Zoo Dibuka Saat Libur Lebaran

Posted on

Bandung

Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo selama ini menjadi kawasan favorit bagi wisatawan. Di akhir pekan maupun momen libur panjang, area wisata edukasi satwa itu nyaris tak pernah sepi dikunjungi keluarga.

Sayangnya, Bandung Zoo untuk saat ini belum bisa dinikmati kembali. Penyegelan dilakukan pemerintah sejak 5 Februari 2026 setelah Kementerian Kehutanan mencabut izin lembaga konservasi milik Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) selaku pengelola.

Pengelolaan Bandung Zoo kini diambil alih sementara oleh Kementerian Kehutanan. Kesejahteraan satwa tetap diperhatikan, namun masalah operasional belum diputuskan kelanjutannya.

Sementara ini, Kementerian Kehutanan bersama Pemkot Bandung memutuskan untuk menutup Bandung Zoo selama 3 bulan. Selama masa penutupan tersebut, akan ditunjuk sebuah komite untuk merumuskan konsep pengelolaan Bandung Zoo di masa mendatang.

Di tengah proses tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyinggung peluang operasional Bandung Zoo saat momen Lebaran 2026. Farhan mengakui potensi itu bisa saja terjadi jika mendapat izin dari tim komite Kementerian Kehutanan.

“Mudah-mudahan. (Syaratnya) Kalau ternyata komite yang terdiri para ahli ini mengatakan sok (silakan) dibuka,” kata Farhan, Jumat (20/2/2026).

Namun kata Farhan, harus ada proses terlebih dahulu yang perlu ditempuh. Salah satunya, koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat yang menangani kasus dugaan korupsi pengelolaan lahan Bandung Zoo.

“Tapi kita juga harus tanya lagi ke Kejaksaan Tinggi. Karena kan kasus hukumnya di bawah kejaksaan tinggi. Boleh enggak kita kelola sambil jual tiket, atau boleh enggak kita buka seperti Nataru kemarin, dibuka aja,” ungkapnya.

“Tapi, sebelum bicara buka atau tutup, Kita mesti memastikan bahwa hewannya sejahtera. Jangan sampai dibuka hewannya garering,” pungkasnya.