Wahana Baru Bakal Buat Wisata Geyser Cisolok Makin Kece

Posted on

Sukabumi

Geyser Cisolok di Kabupaten Sukabumi selama ini dikenal dengan semburan air panas alaminya yang unik, tetapi sebentar lagi, wisatawan akan memiliki daya tarik tambahan karena akan segera hadir wahana yang menguji adrenalin.

Camat Cisolok, Okih Fajri Assidiq, mengungkapkan bahwa kawasan wisata ini tengah bersiap melakukan transformasi. Tak hanya sekadar berendam air panas, penataan baru sedang dilakukan untuk mengintegrasikan potensi alam dengan wahana kekinian.

“Langkah yang sudah kami tempuh, kami sudah mencoba berkoordinasi, menyampaikan kearifan lokal yang ada di Kecamatan Cisolok kepada dinas terkait, yaitu Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Okih saat ditemui dalam sebuah kegiatan, Rabu (11/2/2026).

Salah satu yang paling menarik adalah pengembangan area di seberang lokasi Geyser, tepatnya di area Hutan Desa Wangunsari. Wisatawan nantinya bisa menikmati suasana hutan yang asri melalui akses khusus yang sedang dibangun.

“Ada pengembangan wahana baru di Desa Wangunsari melalui BUMDes. Sekarang sedang progres pembuatan jembatan bambu untuk penyeberangan dari lokasi Geyser ke area Hutan Desa Wangunsari,” kata Okih.

Jembatan bambu ini dirancang agar estetis dan menyatu dengan alam, memberikan sensasi petualangan sejak langkah pertama menuju hutan.

Meluncur dengan Flying Fox

Bagi wisatawan penyuka tantangan, jangan lewatkan wahana yang satu ini. Pihak pengelola sedang menyiapkan fasilitas flying fox yang akan memberikan pemandangan kawasan Cisolok dari ketinggian.

“Insya Allah hari Minggu besok sudah mulai dipasang untuk flying fox, kemudian area camping ground, dan fasilitas lainnya. Ini kami lakukan secara bertahap,” tambah Okih.

Hadirnya camping ground juga menjadi kabar baik bagi pengunjung yang ingin merasakan bermalam di tengah suasana ‘Gurilap’ (Gunung, Rimba, Laut, Pantai) khas Cisolok.

Okih menegaskan bahwa Cisolok adalah paket lengkap bagi para pelancong. Dengan statusnya sebagai miniatur Kabupaten Sukabumi, pengembangan wisata ini diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi warga lokal.

“Cisolok ini adalah miniatur Kabupaten Sukabumi yang memiliki potensi ‘Gurilap’. Potensi ini yang kami dorong ke depan untuk menjadi ikon penopang PAD dari sektor pariwisata,” jelasnya.

Meski terkendala keterbatasan anggaran daerah (APBD), pihak kecamatan aktif berkoordinasi ke pemerintah provinsi maupun pusat agar penataan Cisolok semakin maksimal.

“Kami mencoba mencari solusi lain, baik itu melalui bantuan Provinsi maupun pusat (Kementerian). Yang terpenting adalah menggerakkan masyarakat di tingkat akar rumput untuk ikut peduli memelihara potensi yang ada,” pungkas Okih.