Aksi vandalisme mencoreng atmosfer jelang laga panas Persib Bandung kontra Persija Jakarta. Coretan bernada provokatif muncul di sejumlah titik Kota Bandung seperti di Flyover Mochtar Kusumaatmadja (Pasupati).
Aksi vandalisme itu viral setelah terekam dalam video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak sekelompok orang bermasker dan berpakaian serba hitam menyemprotkan cat pilox berwarna oranye ke dinding flyover pada malam hari.
Coretan bertuliskan “PJFC!” terlihat jelas di dinding flyover, sementara kain hitam bertuliskan “PERSIJA FANS WUZ HERE IN YOUR FUCKING TOWN” juga sempat terpasang di lokasi yang sama.
Pantauan di lokasi pada Jumat (9/1/2026) siang, sisa cat semprot masih terlihat di beberapa bagian dinding Flyover Pasupati. Namun, sebagian coretan provokatif tersebut sudah ditimpa coretan lain berwarna hitam.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menyayangkan keras aksi tersebut. Kasatpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menilai vandalisme bukan hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga mencederai semangat sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam sepak bola.
“Kami sangat prihatin dengan aksi tersebut. Ini kan menjelang pertandingan hari Minggu tanggal 11 antara Persib dan Persija. Itu fasilitas umum, mestinya tidak boleh dicoret-coret karena sangat mengganggu dan mengotori estetika kota,” kata Bambang.
Menurutnya, rivalitas Persib dan Persija adalah bagian dari dinamika sepak bola nasional, namun tidak semestinya diekspresikan dengan merusak ruang publik. Ia mengingatkan bahwa fasilitas umum adalah milik bersama yang wajib dijaga.
“Kepada para penonton, jangan terprovokasi dengan tindakan seperti itu. Yang paling pokok adalah kita jaga keamanan, ketenteraman, dan ketertiban, terutama menjelang dan saat pertandingan berlangsung,” ujarnya.
Bambang menegaskan vandalisme berpotensi memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat, apalagi menjelang laga yang menyedot perhatian nasional. Satpol PP pun bergerak untuk mengidentifikasi para pelaku.
“Ini jelas melanggar ketertiban umum. Kalau pelakunya teridentifikasi, pasti akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Dari sisi kepolisian, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan turut mengimbau para pendukung kedua tim untuk menjaga suasana, terutama di media sosial.
“Jaga kondusivitas di medsos, dilarang melakukan provokasi atau ujaran kebencian yang memicu konflik antar suporter,” kata Hendra.
Ia juga meminta para pendukung mengontrol emosi menjelang pertandingan bergengsi tersebut. “Jangan mudah terpancing provokasi. Persaingan di puncak klasemen sedang sangat ketat. Tindakan anarkis hanya akan merugikan peluang juara,” ujarnya.
Polda Jabar, lanjut Hendra, juga mengantisipasi kemungkinan adanya aksi sweeping oleh oknum suporter, baik di jalan raya, stasiun, maupun terminal.
“Patroli Polsek dan Patroli Samapta ditugaskan memantau situasi kamtibmas di wilayahnya, khususnya jika terjadi tindakan sweeping oleh Bobotoh terhadap yang diduga Jakmania atau kendaraan berpelat B,” kata Hendra.
Sikap tegas juga datang dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan. Ia menyatakan aksi vandalisme tersebut mengancam kondusivitas jelang laga yang kerap dijuluki El Clasico Indonesia.
“Saya mengimbau kepada siapa pun untuk tidak melakukan aksi vandalisme menjelang El Clasico antara Persib Bandung dan Persija Jakarta,” ujar Erwan.
Sebagai tuan rumah, Erwan menegaskan Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, selalu menjunjung tinggi nilai keramahan dalam menyambut tamu. Nilai itu, menurutnya, harus dibalas dengan sikap saling menghormati.
“Kami tuan rumah akan menyambut Anda dengan sebaik mungkin, jadilah tamu yang baik. Pepatah Sunda mengatakan, Someah Hade Ka Semah, itulah yang terus kami gaungkan,” katanya.
Erwan juga meminta pihak Persija Jakarta ikut berperan aktif mengingatkan para pendukungnya agar tidak terpancing melakukan tindakan yang merusak suasana.
“Jadi, sekali lagi, saya minta pihak Persija mengimbau para pendukungnya agar tidak merusak suasana yang sedang kita perbaiki ini,” tegasnya.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Lebih lanjut, Pemprov Jawa Barat menyatakan sikap tegas dengan mengutuk keras aksi vandalisme tersebut. Erwan berharap laga Persib versus Persija dapat dinikmati sebagai pesta sepak bola yang aman dan damai.
“Kami Pemprov Jawa Barat mengutuk keras aksi vandalisme. Mari kita saksikan pertandingan antara Persib dan Persija dengan nyaman, aman, tanpa aksi anarkis yang bisa merusak suasana menjelang pertandingan ini,” pungkas Erwan.







