Bandung Barat –
Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu (24/1/2026).
Saat ini operasi SAR sudah menginjak hari ke-17, Senin (9/2/2026), tim yang terjun melakukan pencarian menemukan 99 bodypack yang kemudian diserahkan ke Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
“Di pencarian hari ke-17 saja, tim menemukan 5 bodypack. Sehingga total penemuan sejak hari pertama sebanyak 99 bodypack,” kata SAR Mission Coordinator, Ade Dian Permana, Selasa (10/2/2026).
Sementara berdasarkan laporan Tim DVI, total sudah ada 76 bodypack dari 79 bodypack yang sudah teridentifikasi. Bodypack yang sudah teridentifikasi kemudian diserahkan ke pihak keluarga.
“Sudah ada 76 yang teridentifikasi, jadi masih ada 14 bodypack lagi yang masih kita tunggu hasil identifikasinya dari tim DVI,” ungkap Ade Dian.
Pada pencarian hari ke-17, operasi SAR melibatkan 862 personel, yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta potensi SAR lainnya. Upaya pencarian juga didukung oleh sembilan unit ekskavator dan 10 anjing pelacak (K-9).
“Proses pencarian ini mengedepankan unsur keselamatan petugas. Jika cuaca memburuk, maka petugas akan ditarik dari worksite,” jelas Ade Dian.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat langsung menetapkan status tanggap darurat bencana longsor sehingga komando penanganan bencana diambil alih pemerintah pusat. Kini, di hari keempat belas, Jumat (6/2/2026), status tanggap darurat resmi dicabut.
Kendati masa tanggap darurat sudah dicabut, namun operasi pencarian terhadap korban tertimbun masih terus dilaksanakan dalam masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan dengan pola operasi SAR terbatas.
