Bandung Barat –
Sebanyak 15 kantong jenazah korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih diperiksa Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Berbeda dengan sebelumnya, proses identifikasi kali ini dilakukan di Rumah Sakit (RS) Sartika Asih, Kota Bandung.
Dalam kejadian ini, Pos DVI menerima 99 kantong jenazah. Sebanyak 80 kantong sudah teridentifikasi, tiga individu teridentifikasi dari enam kantong jenazah, dan satu kantong berisi tulang yang diperkirakan berusia lebih dari satu tahun dinyatakan bukan korban longsor. Sementara itu, 15 kantong lainnya saat ini masih dalam pemeriksaan.
Saat ini, ke-15 kantong jenazah korban longsor Cisarua tersebut disimpan di kontainer pendingin yang tersedia di RS Sartika Asih.
“Seluruh jenazah yang belum teridentifikasi dibawa ke rumah sakit dan kita tempatkan di lemari pendingin,” kata Kabid Dokkes Polda Jabar Kombes Pol Iwansyah, Selasa (10/2/2026).
Iwansyah berujar, dari 15 kantong jenazah ini, dua di antaranya hanya berisikan bagian kulit. “Dari dua kantong jenazah, yang dari 15 kantong jenazah tersebut, berisi kulit, kulit kaki, kulit tangan, mudah-mudahan teridentifikasi,” ujarnya.
Meski pihaknya sudah tidak membuka posko di lokasi kejadian, pelayanan identifikasi tetap dilanjutkan di RS Sartika Asih.
“Secara formal operasi sudah ditutup, tapi pelayanan masih kita buka ya, buat masyarakat sampai harapannya semua jenazah yang masih ada di rumah sakit ini semuanya teridentifikasi,” terangnya.
Menurutnya, jika masih ada keluarga yang belum menemukan anggota keluarganya, mereka bisa datang langsung ke RS Sartika Asih, Kota Bandung, untuk pengecekan lebih lanjut.
Disinggung terkait temuan bagian kulit, Iwansyah menyebutkan bahwa temuan tersebut akan tetap diproses untuk diidentifikasi secara mendalam.
“Kita tetap bekerja, berusaha untuk mengidentifikasi. Kalau ternyata memang itu adalah korban yang dilaporkan oleh keluarganya, dan keluarganya sudah kita ambil sampel, kalau cocok kita akan laporkan. Tapi tentu kita akan kesulitan, kalau ternyata kulit tersebut bukan bagian daripada korban yang dilaporkan hilang,” pungkasnya.







