Cimahi –
Yuliawati tampak telaten menata kue kering olahannya ke dalam bungkusan parsel atau hampers. Sebisa mungkin barang dagangannya itu mesti bagus, cantik, dan rapi sampai ke tangan pelanggannya.
Wanita 48 tahun itu tengah disibukkan dengan pesanan kue kering dan hampers menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah yang tinggal beberapa hari lagi. Ia berpacu dengan waktu agar bisa menyelesaikan setiap pesanan sembari mempertahankan kualitas.
Saban tahun, Yuliawati yang sudah terkenal sebagai pengusaha kue kering di Kota Cimahi selalu kebanjiran pesanan kue kering dan hampers. Konsumennya jatuh hati pada bentuk-bentuk hampers kreasi pemilik toko kue dan makanan ringan ‘Dapur Bunda Yoel’s’ itu.
“Untuk Idul Fitri tahun ini, kita ada kreasi hampers yang bentuknya seperti koper gitu, selain hampers yang biasa ya. Jadi selain jualan kue, kita juga bikin hampers-hampers yang menarik buat konsumen,” kata Yuliawati saat ditemui, Selasa (10/3/2026).
Hampers-hampers hasil kreasinya jadi pilihan pelanggan. Ketika akan diberikan kepada kolega, tentu pandangan mata akan langsung tertuju pada bentuknya yang unik dan tak biasa.
“Biasanya yang dicari untuk lebaran gini ya hampers, karena kan cocok ya kalau buat bagi-bagi ke saudara atau rekan kerja. Biasanya sih mereka cari hampers itu yang unik, jadi waktu dibawa dan dikasihkan itu lucu dan cantik,” ucap Yuliawati.
Pelanggannya tak cuma berasal dari Kota Cimahi dan sekitarnya. Beberapa di antaranya ada yang dari Jakarta, Medan, serta daerah lainnya di luar Pulau Jawa. Hal itu berkah dari kesediaannya meluangkan waktu setiap malam mempromosikan barang dagangannya melalui media sosial.
“Total kita ada 58 model hampers dan setiap tahunnya kita beda. Tahun ini yang sudah dipesan ada seribuan hampers, termasuk yang koper itu. Harganya itu paling murah Rp135 ribu dan paling tinggi Rp2,2 juta,” kata Yuliawati.
Pada momen Lebaran kali ini, kue-kue kering terutama yang klasik seperti nastar, sagu keju, putri salju, lidah kucing, hingga kastengel, masih jadi pilihan utama para pelanggan. Jika ditotal, ada 35 varian kue kering yang dijual di Dapur Bunda Yoel’s.
“Ada juga kue kekinian seperti florentino, terus cokelat mede. Alhamdulillah kita untuk pesanan kue kering ini udah sekitar 3000 toples. Best seller yang seperti yang klasik itu putri salju, nastar, dan lain-lain,” ujar Yuliawati.
Yuliawati tak ragu mengakui pada tahun ini kondisi ekonomi mulai membaik. Ia malu-malu ketika disinggung soal omzet yang diraihnya. Meskipun akhirnya ia mau menyebutkan keuntungan yang didapat pada momen Lebaran kali ini mencapai Rp300 juta.
“Omzet alhamdulillah naik dari tahun kemarin. Sekarang diperkirakan Rp300 juta. Perekonomian juga lebih membaik ya dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Yuliawati.







