Cirebon –
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar merespons isu renggangnya hubungan antara suporter Persib (Bobotoh/Viking) dengan suporter Persebaya (Bonek). Selain itu, ia meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja wasit yang dinilai merugikan Maung Bandung dalam laga terakhir kontra Persebaya Surabaya.
Merespons kabar gesekan antara Viking dan Bonek, Umuh mengaku terkejut. Menurut pengamatannya, hubungan antara kedua kelompok suporter tersebut, termasuk jajaran manajemen kedua klub, sejauh ini masih terjalin sangat baik.
“Saya tidak mengikuti sampai saya kaget kemarin Surabaya dengan Bandung agak renggang katanya. Tapi selama ini menurut saya, kalau saya dengan orang Bonek, apalagi pengurus, semua masih bersahabat,” ujarnya saat ditemui di Cirebon, Jumat (6/3/2026).
Umuh mengimbau agar perdamaian yang telah lama terbangun tetap dijaga. Ia menegaskan bahwa Surabaya maupun Malang adalah bagian dari keluarga besar yang harus saling menghormati.
Terkait performa tim di lapangan, Umuh menegaskan secara teknis Persib tidak kalah kelas. Namun, ia merasa hasil pertandingan sangat dipengaruhi oleh keputusan pengadil lapangan yang dianggap berat sebelah.
Umuh menambahkan, meski ada kendala teknis seperti bola yang membentur tiang gawang, hal itu merupakan bagian dari dinamika pertandingan. Namun, ketidakpuasannya tetap tertuju pada wasit yang dinilai merusak jalannya laga.
Umuh berencana melaporkan masalah ini kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB). Ia juga mempertanyakan regulasi mengenai penggantian wasit sebelum pertandingan jika rekam jejak sang pengadil dirasa merugikan.
Menatap sisa kompetisi, Umuh mematok target tinggi bagi Maung Bandung. Ia berharap Persib bisa mengunci gelar juara sebelum melakoni laga krusial melawan Persija Jakarta.
“Target ke depan kita tidak boleh kalah aja. Kalau untuk juara jangan sampai ada kalah, draw pun juga jangan. Mudah-mudahan sebelum lawan Persija kita sudah (juara) di tangan, insyaallah,” pungkasnya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.







