Sukabumi –
Pemandangan memprihatinkan terlihat di kawasan jalur wisata Pantai Cipatuguran, tepatnya di Jalan Pelita, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Tumpukan sampah plastik dan limbah rumah tangga berserakan memenuhi bahu jalan yang juga menjadi akses utama menuju Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Palabuhanratu tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa (10/2/2026), sampah-sampah yang didominasi kantong plastik tersebut menumpuk memanjang di pinggir jalan.
Kondisi kumuh ini tampak kontras dengan latar belakang pemandangan laut lepas yang indah di sebelahnya.
Selain merusak estetika, tumpukan sampah tersebut juga mengeluarkan aroma menyengat yang mengganggu pengguna jalan.
Zakaria Dinata, warga Kampung Rawakalong, Cipatuguran, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi tersebut.
Menurutnya, tumpukan sampah itu bukanlah hasil pembuangan warga yang tinggal tepat di titik lokasi, melainkan ulah para pengendara yang melintas.
“Warga pemotor yang melintas di jalur PLTU sering buang sampah di sini. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar enam bulan,” ujar Zakaria saat ditemui di lokasi.
Zakaria menuturkan, warga setempat sebenarnya sudah berupaya menegur dan melarang oknum-oknum yang membuang sampah sembarangan tersebut. Namun, teguran itu sering kali diabaikan.
“Sudah sering dilarang, namun ya begitu, malah kurang mendapat respons. Akhirnya mengundang sampah lebih banyak dan jadi kurang enak dipandang mata,” tuturnya.
Minimnya Fasilitas Kebersihan
Masalah ini disinyalir bermula dari minimnya fasilitas tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di wilayah tersebut. Zakaria menjelaskan, sebelumnya sempat tersedia bak penampungan sampah di daerah Panyairan.
“Dulu ada (tempat sampah) dekat daerah Panyairan, hanya dapat penolakan dari warga sekitar, akhirnya tempat sampah itu hilang. Sekarang dampaknya orang-orang buangnya di sini,” jelas Zakaria.
Sampah menumpuk di jalur Cipatuguran. Kondisi ini dikeluhkan warga setempat Foto: Syahdan Alamsyah/ |
Ia mengakui bahwa petugas kebersihan sebenarnya kerap mengangkut sampah-sampah liar tersebut. Namun, volume sampah yang datang setiap harinya membuat upaya pembersihan seolah sia-sia.
“Sering diangkut petugas kebersihan, hanya memang tidak rutin tiap hari. Masalahnya, kan sudah diangkut, besoknya ada yang buang lagi di sini,” keluhnya.
Mengganggu Kenyamanan Wisatawan
Kondisi jalur wisata yang dipenuhi sampah ini juga disayangkan oleh para pengguna jalan. Rendi (35), salah seorang pengendara yang kerap melintas di jalur tersebut, mengaku terganggu dengan bau dan pemandangan yang ada.
“Sangat disayangkan, padahal ini jalur strategis. Orang mau ke PLTU atau mau lihat pantai lewat sini. Tapi pas sampai titik ini, baunya sangat mengganggu dan kotor sekali. Jadi merusak citra wisata Palabuhanratu,” ungkap Rendi.
Warga dan pengguna jalan berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan solusi permanen, baik berupa penyediaan kontainer sampah yang layak maupun pengawasan yang lebih ketat, agar kawasan Cipatuguran kembali bersih dan nyaman untuk dilintasi.








