Tumpukan sampah masih terlihat menggunung di salah satu sudut Pasar Tubagus Ismail sejak beberapa hari lalu. Kondisi seperti ini ternyata telah berlangsung lama dan membuat pedagang resah.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Salah satunya adalah Nining, penjual tahu yang berdagang tepat di sebelah tumpukan sampah tersebut. Ia mengatakan bahwa ini bukan lah hal baru, bahkan dari sebelum ia menempati lapak tersebut pun sampah memang kerap menumpuk di lokasi yang sama.
“Kalau sampah mah sebelum saya jualan di sini juga udah ada. Saya kan pindahan dari sebelah sana, dari saya jualan di sana juga udah suka menumpuk sampah di sini.” Kata Nining, Senin (12/01/2026).
Menurut pengakuannya, tumpukan sampah yang ada saat ini merupakan akumulasi dari sampah yang belum diangkut beberapa hari sebelumnya. Sebagai pedagang Nining merasa sangat terganggu dengan adanya tumpukan sampah tersebut.
“Iya jelas merasa terganggu terus takutnya yang mau beli juga merasa jijik” katanya.
Nining menilai penanganan sampah di kawasan tersebut masih kurang baik. Pasalnya, pengangkutan sampah tidak dilakukan secara rutin setiap hari, sementara pembuangan sampah terus berlangsung setiap harinya.
“Kadang tiap hari, kadang juga beberapa hari sekali. Jadi nggak nentu, nggak konsisten. Sedangkan namanya sampah kan makin lama makin bau ya,” ucapnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh Ida. Meskipun lapak jualannya tidak terlalu dekat dengan lokasi tumpukan sampah, Ida mengaku cukup terganggu karena bau dari tumpukan sampah tersebut.
“Diambilnya kadang tiga hari sekali, baunya itu suka kecium sampa sini,” kata Ida.
Sampah-sampah tersebut bukan hanya berasal dari aktivitas pasar, melainkan sampah campuran yang dibawa orang-orang saat berbelanja ke pasar.
“Sampah campuran sih, ada sampah rumah tangga juga. Kadang kan orang yang belanja ke pasar sambil bawa sampah dari rumah, terus dibuang di situ,” ujar Ida.








