Tidur selama 8 jam sering dianggap cukup untuk memulihkan energi tubuh. Namun, tidak sedikit orang yang tetap bangun dalam kondisi lelah, lesu, dan sulit fokus meski durasi tidurnya sudah ideal. Kondisi ini menandakan bahwa tubuh tidak hanya membutuhkan waktu tidur yang cukup, tetapi juga kualitas tidur yang baik.
Tidur 8 jam tapi tetap lelah bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup, kondisi kesehatan, hingga lingkungan tempat tidur yang kurang mendukung.
Berikut beberapa penyebab umum tubuh tetap terasa lelah meski sudah tidur cukup:
Kurangnya gerak atau jarang berolahraga membuat tubuh tidak terbiasa mengelola energi dengan baik. Akibatnya, stamina menurun dan rasa lelah mudah muncul. World Health Organization (WHO) merekomendasikan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu untuk menjaga kebugaran tubuh.
Kurang minum air putih dapat menyebabkan dehidrasi ringan yang berdampak pada rasa lelah, sulit konsentrasi, dan mudah mengantuk. Untuk menjaga keseimbangan cairan, dianjurkan mengonsumsi sekitar 1,5-2 liter air putih per hari.
Tidur cukup tapi tetap lelah bisa menjadi tanda kondisi kesehatan seperti anemia, gangguan tiroid, nyeri kronis, gangguan metabolisme, hingga masalah kesehatan mental. Jika kelelahan berlangsung lama meski aktivitas ringan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Kualitas tidur bisa terganggu akibat sering terbangun di malam hari. Salah satu pemicunya adalah konsumsi kafein berlebihan yang menghambat hormon pemicu rasa kantuk dan mengganggu ritme sirkadian tubuh.
Depresi dan gangguan kecemasan dapat menurunkan kualitas tidur dan memicu insomnia. Kondisi ini membuat tubuh sulit memasuki fase tidur nyenyak sehingga energi tidak pulih secara optimal.
Tidur yang cukup dan berkualitas berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, di antaranya:
Tubuh manusia bekerja mengikuti ritme sirkadian yang dipengaruhi siklus terang dan gelap. Waktu tidur ideal umumnya berada pada pukul 22.00 hingga 06.00. Tidur larut malam, meski durasinya cukup, tetap berpotensi menurunkan kualitas istirahat.
Kurang tidur dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti:
Kualitas tidur juga dipengaruhi oleh kebersihan kasur. Kasur yang jarang dibersihkan dapat menjadi tempat berkembangnya tungau debu, bakteri, jamur, dan kotoran yang memicu alergi, gangguan pernapasan, serta iritasi kulit. Lingkungan tidur yang bersih membantu tubuh beristirahat lebih nyaman dan optimal.
Untuk mengurangi rasa lelah meski sudah tidur cukup, lakukan beberapa langkah berikut:
Tidur 8 jam seharusnya membuat tubuh terasa segar. Jika kelelahan tetap dirasakan, kemungkinan ada faktor lain yang memengaruhi kualitas istirahat. Dengan memperbaiki gaya hidup, pola tidur, dan lingkungan tidur, tubuh dapat memperoleh manfaat maksimal dari waktu istirahat setiap malam.







