Indramayu –
Hujan deras yang mengguyur wilayah Indramayu beberapa waktu terakhir kembali menyisakan persoalan klasik. Kawasan Sport Center Indramayu, yang kerap menjadi pusat aktivitas olahraga warga, kembali terendam banjir hingga berhari-hari.
Akmadi (33), warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, menuturkan bahwa genangan air di area Sport Center sempat mencapai ketinggian sekitar 30 sentimeter.
Katanya, banjir paling parah diketahui terjadi pada hari Senin, 26 Januari 2026. Saat itu, ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Namun saat ini sudah mulai surut dan hanya sekitar 5 sampai 10 sentimeter saja.
Lebih lanjut, kata Akmadi, curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama menjadi pemicu awal banjir tersebut.
“Pas hujannya lagi deres banget, sampai nggak berhenti. Kalau berhenti ya sebentar, terus hujan lagi. Waktu itu di sini benar-benar banjir, bisa sampai 30 sentimeter paling tinggi,” ujar Akmadi saat ditemui di sekitar Sport Center Indramayu, Jumat (30/1/2026).
Hal serupa disampaikan Saprol (28), warga setempat lainnya. Ia mengatakan hampir seluruh kawasan Sport Center Indramayu tergenang air, termasuk lintasan atletik yang tidak bisa digunakan meski ketinggian air tidak terlalu tinggi.
“Lintasan atletik banjir nggak sampai tinggi, tapi nggak bisa digunakan karena ada airnya. Pokoknya hampir seluruh Sport Center Indramayu tergenang,” kata Saprol.
Di balik genangan yang kerap muncul usai hujan deras, jajaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu akhirnya menemukan penyebab utama banjir tersebut.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso, menjelaskan bahwa temuan itu terungkap saat pihaknya melakukan monitoring titik rawan banjir, serta pengecekan saluran pembuangan air di wilayah Indramayu.
“Ternyata saluran drainase utama di areal Sport Center Indramayu ini justru tertutup bangunan permanen,” ujar Teguh saat dihubungi pada Jumat, (30/1/2026).
Ia mengungkapkan, saluran drainase yang membentang hingga ruas Jalan Jenderal Sudirman tersebut tertimbun sejumlah kios, sehingga tidak mampu mengalirkan air secara optimal.
Padahal, ukuran saluran tergolong besar, dengan lebar sekitar dua meter dan kedalaman mencapai 1,5 meter.
Kondisi tersebut membuat air hujan yang seharusnya mengalir justru tertahan dan menggenangi kawasan Sport Center Indramayu.
Bahkan, Teguh menyebut terdapat beberapa titik drainase lain yang juga tertutup bangunan maupun kios.
“Tertutupnya saluran ini diduga menjadi penyebab banjir yang kerap merendam areal Sport Center Indramayu, dan menjadi permasalahan tahunan saat musim hujan,” jelasnya.
Ke depan, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu berencana melakukan penertiban terhadap bangunan dan kios yang menutup saluran drainase tersebut.
“Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan banjir yang kerap merendam kawasan Sport Center Indramayu tidak terus berulang,” katanya.
Menurut Teguh, saluran tersebut sejatinya merupakan urat nadi drainase pusat kota Indramayu. Penanganan yang serius dinilai penting agar aliran air kembali normal dan kerusakan infrastruktur bisa dicegah.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen serius Pemkab Indramayu dalam menangani banjir di sejumlah titik strategis kota dan mencegah kerusakan infrastruktur lebih lanjut,” pungkasnya.







