Teror Pembacokan di Kota Sukabumi, 5 Orang Jadi Korban

Posted on

Sukabumi

Sejumlah tukang parkir dan warga yang sedang nongkrong di wilayah Sukabumi menjadi korban pembacokan oleh sekelompok pria bermotor. Akibat kejadian tersebut, lima orang berinisial FF, HK, AH, OG dan KK mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di Jalan R. E Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi tepatnya di depan minimarket pada Senin (9/3/2026) sekira pukul 16.30 WIB.

Salah seorang saksi sekaligus tukang parkir, berinisial F alias B (40) mengatakan peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba saat sejumlah orang sedang berada di lokasi parkir dan nongkrong di sekitar tempat tersebut.

Dia menuturkan, sebelumnya sempat terjadi persoalan terkait pengelolaan lahan parkiran. Namun menurutnya masalah itu sudah disepakati untuk diselesaikan secara baik-baik.

“Sebenarnya masalah parkiran itu sudah clear. Kami sudah sepakat untuk menyelesaikan bersama. Saya juga sempat datang untuk menemui saudara iyong, tapi orangnya tidak ada,” kata F kepada di lokasi, Selasa (10/3/2026).

Pada hari kejadian, F sempat pulang dan mengantar makanan kepada anaknya. Kemudian ia kembali lagi ke lokasi parkir sekitar setengah jam kemudian. Saat tiba, ia mendapati situasi sudah kacau karena beberapa rekannya menjadi korban pembacokan.

Menurutnya, sekelompok pria datang menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam seperti celurit dan samurai.

“Anak-anak lagi nongkrong, tiba-tiba IY sama teman-temannya datang naik motor. Mereka berhenti sambil mengacungkan samurai dan celurit, terus bilang ‘serang’. Di situ langsung terjadi pembacokan,” ujarnya.

Para korban merupakan orang-orang yang saat itu berada di lokasi, baik yang sedang bekerja sebagai tukang parkir maupun yang sekadar nongkrong. Boim menyebutkan total ada lima orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Di antara korban adalah kakak dan adiknya sendiri.

Seluruh korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis sebelum kemudian melapor ke pihak kepolisian.

“Korban ada lima orang. Paling parah kakak sama adik saya, luka di bagian kepala. Kakak saya sampai 18 jahitan, adik saya lebih parah dan sekarang masih di rumah belum bisa ke mana-mana,” katanya.

Setelah melakukan penyerangan, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi. Dia mengatakan jumlah pelaku cukup banyak sehingga korban dan saksi tidak sempat melihat secara jelas.

“Pelakunya banyak. Mereka bawa celurit sama samurai panjang-panjang dan pakai motor. Anak-anak juga pada takut,” ujarnya.

Dia menduga kejadian tersebut dipicu kesalahpahaman setelah ada pihak lain yang mengadu domba terkait persoalan parkiran. Menurutnya, kelompoknya tidak pernah melakukan penyerangan seperti yang dituduhkan.

“Disangka anak-anak parkiran sini nyerang duluan, padahal itu tidak benar. Kami di sini cuma cari uang, tidak ada penyerangan,” katanya.

Ia berharap pihak kepolisian segera menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.

“Keinginan kami pelaku segera ditangkap,” ucap F.

Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli, membenarkan adanya peristiwa pembacokan tersebut.

“Kami telah menerima laporan pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB terkait dugaan tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Jalan R.E. Martadinata Kota Sukabumi,” kata Ade.

Ade Ruli mengatakan, sejumlah korban telah mendapatkan penanganan medis dan polisi juga sudah meminta keterangan dari beberapa saksi di lokasi kejadian. Saat ini, jajaran Satreskrim Polres Sukabumi Kota masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami sedang mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta melakukan upaya pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut,” pungkasnya.