Temuan Tahu MBG Berjamur-Ada Staples Sebelum Insiden Keracunan di Sukabumi

Posted on

Sukabumi

Sebelum sirine ambulans meraung-raung mengangkut puluhan korban keracunan ke Puskesmas dan RSUD Palabuhanratu, sebuah pertanda buruk sebenarnya sudah terekam kamera ponsel di salah satu ruang kelas.

Sebuah video berdurasi singkat yang kini viral di media sosial menjadi saksi bisu bagaimana menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyehatkan, justru berubah menjadi petaka bagi siswa dan guru di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Dalam rekaman video yang beredar, suasana riuh jam makan siang di sebuah kelas mendadak berubah menjadi investigasi kecil-kecilan oleh para siswa. Tampak para pelajar yang mengenakan seragam olahraga dan pramuka sedang duduk menghadapi nampan besi (ompreng) berisi menu makan siang mereka.

Arah kamera kemudian menyorot seorang siswi berkerudung hitam yang memegang sepotong tahu goreng. Bukan tahu kuning kecokelatan yang menggugah selera, melainkan tahu yang diselimuti bercak-bercak putih mencurigakan.

Kanggo pihak MBG, ieu tahuna… tuh, bulukan (jamuran),” ujar suara pria di balik kamera yang merekam momen tersebut.

Tak hanya penampilannya yang tak layak, aroma tahu tersebut juga dikeluhkan. “Ditambih ieu teh bau (ditambah ini tuh bau),” lanjut perekam video sambil mempertegas kondisi makanan tersebut.

Kamera kemudian beralih menyorot siswa lain di kelas tersebut. Sang perekam bertanya apakah mereka mendapatkan kondisi tahu yang sama. “Nu sanes sami teu? (Yang lain sama enggak?)” tanyanya.

Samiii… Bau… (Sama, bau),” kompak para siswa.

Keresahan yang terekam dalam video tersebut dibenarkan oleh Relawan Sosial Desa Loji, Irwan Alfatih. Ia mengonfirmasi bahwa rekaman video itu memang berasal dari wilayahnya dan telah menyebar luas sejak sehari sebelumnya.

“Betul itu video sejak kemarin viral, kabar yang beredar memang ada tahu buluk, tahu berjamur yang dikeluhkan oleh pelajar di Simpenan,” ujar Irwan.

Irwan mengungkapkan fakta yang lebih mengejutkan. Selain kondisi tahu yang berjamur, ditemukan pula benda asing yang sangat membahayakan keselamatan siswa di dalam makanan tersebut.

“Selain buluk, juga ditemukan hekter (staples). Ini kondisinya sudah parah, makanya kami berharap ada tindakan tegas,” tegas Irwan.

Potret tahu “buluk” ini juga terkonfirmasi dalam foto jarak dekat yang beredar. Terlihat tekstur bagian dalam tahu dipenuhi jamur putih seperti kapas, menandakan proses pembusukan yang sudah lanjut.

Sayangnya, meski peringatan dini lewat video dan keluhan siswa sudah muncul, dampaknya tetap tak terelakkan. Hingga Kamis (29/1/2026) dini hari, tercatat 22 orang menjadi korban, dengan 6 di antaranya harus dirujuk ke RSUD Palabuhanratu.