Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat dan Doa Setelahnya

Posted on

Bandung

Sholat witir menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk menutup rangkaian sholat malam. Amalan ini kerap dikerjakan setelah sholat tahajud atau tarawih, khususnya di bulan Ramadhan. Meski sering dilakukan, tidak sedikit umat Islam yang masih bertanya-tanya mengenai tata cara sholat witir 3 rakaat yang benar, bacaan niatnya, hingga doa yang dianjurkan setelahnya.

Sebagai sholat penutup, witir memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah SAW bahkan dikenal sebagai sosok yang tidak pernah meninggalkan sholat witir, baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.

Pengertian Sholat Witir dan Anjurannya

Sholat witir adalah sholat sunnah yang dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil. Kata “witir” sendiri bermakna ganjil, selaras dengan salah satu sifat Allah SWT yang menyukai bilangan ganjil.

Dalam sejumlah riwayat, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan sholat witir sebagai penutup sholat malam. Karena itu, witir kerap dikerjakan setelah sholat Isya, tarawih, maupun tahajud.

Rasulullah SAW bersabda:

أَوْتِرُوْا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ، فَإِنَّ اَللّٰهَ وِتْرٌ يُحِبُّ اَلْوِتْرَ

Artinya: Berwitirlah kalian semua, wahai ahli Al-Qur’an, karena sesungguhnya Allah itu ganjil, dan menyukai hal-hal yang ganjil (HR Khuzaimah).

Jumlah Rakaat Sholat Witir

Jumlah rakaat sholat witir minimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat. Namun, witir tiga rakaat menjadi pilihan yang paling umum diamalkan oleh umat Islam.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, Rasulullah SAW disebutkan biasa mengerjakan sholat malam sebanyak sebelas rakaat, yang diakhiri dengan sholat witir tiga rakaat.

مَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه و سلّم يَزِيْدُ فِي رَمَضَانَ وَ لاَ فِي غَيْرِهِ إِحْدَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى أَرْبَعًا، فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثاً

Artinya: “Rasulullah SAW tidak pernah menambah bilangan pada bulan Ramadhan dan tidak pula pada bulan selain Ramadhan dari 11 rakaat. Beliau shalat 4 rakaat sekali salam maka jangan ditanya tentang kebagusan dan panjangnya, kemudian shalat 4 rakaat lagi sekali salam maka jangan ditanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian salat witir 3 rakaat.” (HR Muslim)

Waktu Pelaksanaan Sholat Witir

Sholat witir dapat dikerjakan sejak setelah sholat Isya hingga menjelang terbit fajar. Bagi yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, witir dianjurkan dikerjakan di awal malam. Sementara bagi yang terbiasa bangun malam, witir di akhir malam dinilai lebih utama.

Fleksibilitas waktu ini membuat sholat witir mudah diamalkan oleh siapa pun, baik yang rutin tahajud maupun tidak.

Niat Sholat Witir 3 Rakaat

Niat sholat witir sejatinya cukup di dalam hati. Namun, memahami lafaz niat dapat membantu menjaga kekhusyukan.

1. Niat Sholat Witir 3 Rakaat Sekaligus

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُومًا / إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaq- bilal qiblati adaan (ma’muuman/imaaman) lillahi ta’aala.

Artinya: Saya (berniat) mengerjakan Shalat Sunnah Witir, tiga rakaat dengan menghadap kiblat, [makmum/imam], karena Allah Ta’ala.

2. Niat Sholat Witir 2 Rakaat + 1 Rakaat (Terpisah)

Niat Shalat Witir Dua Rakaat Terlebih Dahulu

أُصَلِّي سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا / إِمَامًا) للهِ تَعَالَى

Arab Latin: Usholli sunnatal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan (ma’muuman/imaaman) lillahi ta’aala

Artinya: Saya (berniat) mengerjakan Shalat Sunnah Witir, dua raka’at dengan menghadap kiblat, [makmum/imam), karena Allah Ta’ala.

3. Niat Shalat Witir Satu Rakaat

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا) لِلَّهِتعالى

Arab Latin: Usholli sunnatal witri rakatan mustaqbilal qiblati adaan (ma’muuman/imaaman) lillahi ta’aala

Artinya: Saya (berniat) mengerjakan Shalat Sunnah Witir, satu rakaat dengan menghadap kiblat, [makmum/imam), karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat

Sholat witir tiga rakaat dapat dilakukan dengan dua cara, yakni sekaligus tiga rakaat satu salam atau dua rakaat salam lalu satu rakaat salam.

  1. Mengucapkan Niat
  2. Takbiratul Ihram
  3. Membaca Al-fatihah dan surat pendek. (Jika shalat witir dilaksanakan sebanyak satu rakaat, maka surat pendek yang dianjurkan untuk dibaca adalah al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas. Lain halnya jika dilaksanakan tiga rakaat, maka rakaat pertama membaca surat al-A’la, surat al-Kafirun pada rakaat kedua, dan surat al-Ikhlas, al-Falaq, serta an-Nas di rakaat ketiga).
  4. Rukuk
  5. I’tidal
  6. Sujud pertama
  7. Duduk di antara dua sujud
  8. Sujud kedua
  9. Berdiri dan masuk ke rakaat kedua
  10. Mengulangi urutan mulai dari membaca al-Fatihah dan surat yang dianjurkan sesuai jumlah rakaat sampai sujud kedua
  11. Berdiri dan masuk ke rakaat ketiga mengulangi urutan mulai dari membaca al-Fatihah dan surat yang dianjurkan sesuai jumlah rakaat, rukuk, iktidal (membaca qunut pada rakaat terakhir), sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua.
    Duduk tasyahud terakhir
  12. Salam

Doa Setelah Sholat Witir

Mengutip buku Kumpulan Doa dari Al Quran dan As Sunnah yang Shahih oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, berikut bacaan doa setelah sholat witir.

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ, سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ, سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ

Bacaan latin: Subhaanal malikil qudduus, Subhaanal malikil qudduus, Subhaanal malikil qudduus.

Artinya: “Mahasuci Allah Raja Yang Maha Suci, Maha Suci Allah Raja Yang Maha Suci, Maha Suci Allah Raja Yang Mahasuci.” (Nabi mengangkat dan memanjangkan suaranya pada ucapan yang ketiga).” (HR Abu Daud dan Ahmad)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لاَ أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Bacaan latin: Allahumma innii a’uudzu biridhooka min sakhothika, wa bimu’aafaatika min ‘uquubatika, wa a’uudzubika minka laa uhshii tsanaaan ‘alaika’, anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu, dan berlindung kepada-MU dari siksaan-Mu. Aku tidaklah mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau menyanjung atau memuji diri-Mu sendiri.” (HR Ash-Haabus Sunan, Ahmad, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Keutamaan Sholat Witir

Dilansir dari detikHikmah yang mengutip buku Bekal Ramadhan dan Idul Fithri 3: Tarawih dan Witir oleh Saiyid Mahadir Lc MA dan buku Tuntunan Shalat Sunnah Tarawih: Tata Cara Bilal Tarawih, Witir dan Ayat-ayat Pilihan karya Shabri Shaleh Anwar, berikut keutamaan sholat witir

1. Lebih Baik daripada Sesuatu yang Sangat Mahal dan Berharga

Keutamaan sholat witir ialah disebut sebagai sesuatu yang lebih baik dan berharga sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits,

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kalian sebuah sholat yang dia lebih baik bagi kalian daripada unta merah yaitu sholat witir, dan telah menjadikannya berada di antara sholat Isya hingga terbit fajar.” (HR Abu Daud)

Unta merah diqiyaskan sebagai sesuatu yang sangat mahal dan berharga serta dicari oleh banyak orang. Artinya, begitu besar keutamaan yang terkandung dalam sholat witir.

2. Sebagai Sholat Tambahan

Sholat witir menjadi penambah pahala sholat yang telah dikerjakan. Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya Allah SWT telah memberi kalian tambahan sholat, yaitu sholat witir, maka sholat witirlah kalian antara waktu sholat Isya hingga sholat Subuh.” (HR Ahmad)

3. Disaksikan Para Malaikat

Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang merasa tidak akan sanggup bangun pada akhir malam, hendaklah ia menyegerakan shalat witir pada permulaan malam, siapa yang merasa sanggup bangun pada akhir malam, berwitirlah pada akhir malam, karena shalat pada akhir malam itu dihadiri (para malaikat), dan itulah yang paling utama.” (HR Muslim)

4. Dicintai oleh Allah SWT

Dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata:

“Sesungguhnya sembahyang witir itu bukanlah kewajiban, sebagaimana sholat fardhu yang lain. Tetapi Rasul memang melakukan sholat witir, dan pernah bersabda, ‘Wahai Ahli Quran, sholat witirlah, karena Allah itu witir (ganjil), menyukai sholat witir (yang dilakukan dengan jumlah ganjil)” (HR At Tirmidzi)

5. Dilakukan Nabi Muhammad SAW Setiap Malam

Sholat witir adalah ibadah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits dari Aisyah RA menerangkan:

“Dari setiap malam, Nabi s.a.w, pernah mengerjakan shalat witir pada permulaan malam, pertengahannya dan akhirannya, dan berakhir pada waktu Subuh.” (HR Bukhari dan Muslim)

Halaman 2 dari 2