Tahun 2025 telah berganti, namun proyek Flyover Nurtanio belum sepenuhnya rampung. Hingga Kamis (1/1/2026), infrastruktur yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan di kawasan barat Kota Bandung itu masih beroperasi secara terbatas.
Pantauan infoJabar di lokasi, Kamis pukul 11.00 WIB, Flyover Nurtanio baru dibuka satu jalur, yakni dari arah Jalan Nurtanio menuju Jalan Abdurahman Saleh. Sementara arus lalu lintas dari arah sebaliknya masih harus melintasi jalur lama di bawah flyover.
Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar simpang Nurtanio-Abdurahman Saleh belum sepenuhnya lancar. Kendaraan masih terlihat melambat, terutama saat ada kereta yang melintas.
Padahal sebelumnya, penyelesaian Flyover Nurtanio ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025. Dari catatan infoJabar, pemerintah sempat menyatakan optimistis proyek ini bisa selesai sebelum pergantian tahun.
Bahkan, progres pembangunan dilaporkan telah mendekati tahap akhir dan pembukaan flyover secara penuh diharapkan bisa segera dilakukan.
“Mudah-mudahan pada akhir bulan atau akhir tahun 2025 dapat selesai sehingga menjadi kado yang baik untuk warga Bandung. Alhamdulillah, semoga bisa segera diresmikan dan digunakan dengan baik,” kata Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meninjau pembangunan Flyover Nurtanio, Jumat (12/12/2025).
Namun memasuki awal 2026, target tersebut belum sepenuhnya terealisasi. Pembukaan yang dilakukan baru sebatas fungsional terbatas untuk mengurai kepadatan lalu lintas, sementara pekerjaan di jalur sebaliknya masih berlanjut.
Flyover Nurtanio sepanjang 550 meter yang menelan biaya sekitar Rp62 miliar ini sendiri dibangun untuk mengatasi kemacetan kronis di kawasan perlintasan rel kereta api dan simpang padat lalu lintas.
