Tak Disangka, Suami Irit Itu Diam-diam Ternyata Jutawan

Posted on

Seorang ibu muda dibuat terpukul setelah mengetahui bahwa suaminya yang selama ini menuntut hidup serba irit ternyata menyimpan kekayaan besar secara diam-diam. Pria yang kerap mengeluhkan pengeluaran rumah tangga itu belakangan terungkap memiliki puluhan ribu dolar tersimpan di rekening rahasia-jumlah yang membuatnya nyaris berstatus jutawan.

Dalam kehidupan pernikahan, urusan finansial kerap menjadi ranah paling sensitif karena menuntut keterbukaan dan rasa saling percaya. Ketika satu pihak merasa harus berhemat berlebihan, sementara pihak lain menyembunyikan kondisi keuangan sebenarnya, konflik pun tak terelakkan. Situasi inilah yang dialami perempuan berusia 32 tahun tersebut hingga kisahnya viral di media sosial.

Dikutip dari New York Post, sang istri mengaku terkejut bukan main setelah mengetahui suaminya selama ini menutupi penghasilan dan tabungan sebenarnya. Padahal, ia diminta hidup sangat hemat-bahkan membeli dua potong steak seharga US$38 saja dianggap pemborosan.

Cerita itu ia bagikan melalui Reddit. Ia menuturkan bahwa sejak awal pernikahan, mereka sepakat hidup dengan satu sumber penghasilan agar ia bisa fokus mengurus bayi mereka yang baru lahir. Ia pun menyerahkan seluruh pendapatannya ke rekening bersama dan berhenti bekerja, percaya penuh pada laporan keuangan sang suami.

Selama ini, suaminya mengklaim penghasilan bersih hanya sekitar US$6.000 per bulan. Namun kebohongan itu terbongkar secara tidak sengaja saat ia berbincang dengan petugas bantuan negara yang menyebut angka penghasilan jauh lebih tinggi. Dari situlah kecurigaan muncul dan pencarian dimulai.

Fakta yang terungkap membuatnya terpukul. Penghasilan bersih suaminya ternyata mencapai US$8.500 per bulan, dengan tabungan tersembunyi lebih dari US$45.000-semuanya disimpan di rekening yang tak pernah ia ketahui.

Ironisnya, semua itu terjadi saat sang suami baru saja melarang membeli steak karena dianggap membuang uang. Saat dikonfrontasi, sang suami menangis dan berdalih ingin memiliki sesuatu yang “hanya miliknya sendiri”.

Bagi sang istri, alasan itu tak cukup. Kepercayaan dan rasa aman yang ia bangun runtuh seketika, terlebih ia telah sepenuhnya bergantung secara finansial pada suaminya saat merawat bayi mereka yang baru berusia empat minggu.

Ia pun membatalkan kesepakatan lama, memilih kembali bekerja dan mendaftarkan anaknya ke tempat penitipan meski ditentang suaminya.

“Aku sudah tidak percaya secara finansial dan tidak merasa aman,” tulisnya.

Respons warganet pun beragam. Banyak yang menilai menyimpan rekening pribadi bukan masalah, selama dilakukan secara terbuka dan disepakati bersama. Tanpa kejujuran, uang yang disembunyikan bukan sekadar soal nominal, melainkan soal kepercayaan dalam sebuah pernikahan.

Artikel ini telah tayang di