Subang –
Memasuki hari ke-21 Ramadan, sudah banyak dimanfaatkan oleh sejumlah warga untuk melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya, seperti terlihat di Jalur Utama Pantura Subang, Jawa Barat.
Satu keluarga dari ayah, ibu, anak dan menantu tengah beristirahat di pinggir jalan di wilayah Subang, mereka beristirahat setelah melakukan perjalanan lima jam dari Tanjung Priok, Jakarta hingga Subang.
Pantauan , menggunakan dua unit sepeda motor dengan barang bawaan khas pemudik yang memenuhi sepeda motornya, empat orang ini memilih mudik lebih awal sebelum arus mudik berlangsung, selain ada acara keluarga juga untuk menghindari kemacetan.
“Pertama ada acara keluarga, terus biar jalannya santai saya udah tua jadi kalau buru-buru takut kecapekan, hindari kemacetan nanti di puncak arus mudik juga,” ujar Suriat, pemudik motor ditemui saat istirahat, Rabu (11/03/2026).
Suriat menjelaskan, ia berangkat dari rumahnya di wilayah Tanjung Priok, Jakarta pada pukul 07.00 WIB, dan baru tiba di wilayah Sukamandi, Subang setelah melakukan perjalanan 5 jam, dan diprediksikan baru akan sampai pada malam hari nanti.
“Kalo santai dari Priok ke Brebes bisa 10 jam perjalanan, tapi kalau macet enggak tahu enggak bisa diprediksi,” katanya.
Suriat mengomentari kondisi jalan yang sudah ia lewat, jalur itu pun merupakan jalur utama sejak dari wilayah Bekasi, Karawang hingga Subang dengan kondisi banyak perbaikan jalan dengan sistem tambal sulam, hal ini mempengaruhi perjalanan. Namun untuk perjalanan masih relatif lancar.
“Cuma itu banyak tambalan (perbaikan jalannya), itu kan jadi ganggu juga kadang suka tersendat,” ungkapnya.
Suriat berencana tinggal di kampung halaman hingga setelah lebaran mendatang, untuk menghindari puncak kemacetan arus balik.







