Bandung –
Tenang, itulah suasana aliran Sungai Cikapundung Kolot yang berada di kawasan Batununggal, Kota Bandung, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Aliran sungai yang tidak dalam itu dimanfaatkan oleh sejumlah anak untuk bermain air, bahkan ada yang hingga berenang.
Anak-anak tersebut bermain di aliran sungai yang melintasi Jalan Maleer IV, Kelurahan Gumuruh, Kecamatan Batununggal. Mereka bermain tepat di titik pertemuan antara aliran sungai dan saluran air warga.
Berdasarkan informasi warga sekitar, awalnya ada lima anak yang bermain di sekitar aliran sungai. Tiga di antaranya berenang, sementara dua lainnya hanya berdiri di pinggir sungai yang airnya sedang menyusut.
Meski debit air di aliran sungai utama menyusut, titik pertemuan antara aliran sungai dan saluran air warga ternyata memiliki kedalaman yang cukup berbahaya.
Pada waktu kejadian, dua anak tenggelam di lokasi tersebut. Satu anak lainnya sempat terbawa arus, namun berhasil menyelamatkan diri.
“Anak-anak pada berenang yang di atas bilang tolong,” kata Muin (64), warga sekitar.
Melihat ada dua anak yang tenggelam di titik dalam tersebut, Muin langsung meminta pertolongan kepada anaknya, Obi.
Muin menyebut lokasi kejadian memang cukup dalam. Jangankan bagi anak-anak, orang dewasa pun bisa tenggelam di titik tersebut.
“Dalem lokasinya, biasanya kalau ada orang suka dilarang jangan berenang, tapi tadi tidak ada yang keluar, saya keluar lihat ada dua anak tenggelam, satu sudah didalam banget, saya minta bantuan ke anak saya Obi,” ujarnya.
Obi yang mendapatkan informasi dari sang ayah langsung meloncat ke sungai untuk menyelamatkan dua anak yang tenggelam tersebut.
“Kejadian jam 10 an, awalnya saya lagi tidur, dengar ayah saya teriak tolong-tolongan, saya kaget, saya lihat ternyata ada yang tenggelam,” kata Obi.
“Ada yang berenang lima orang, kita di pasir, dua sudah di dalam. Saya langsung loncat, anaknya itu posisi sudah di bawah, dua orang sudah di bawah,” tuturnya.
Obi menyebut satu anak berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke pinggir, sementara satu anak lainnya meninggal dunia karena posisinya sudah berada di dasar sungai. Obi menegaskan titik itu memang sangat dalam.
“Lima meter lebih, saya juga masuk kedalam, tidak napak kaki saya. Posisi (korban pertama) sudah saya peluk dan satu lagi sudah ada di kaki saya,” ujar Obi.
Setelah anak pertama berhasil diselamatkan, Obi langsung menyerahkannya kepada warga lain di lokasi kejadian. Setelah itu, Obi kembali mencari anak lainnya, namun posisinya sudah bergeser.
Warga yang Menolong Tewas
Obi menceritakan, usai ia menyerahkan anak yang selamat kepada warga, ada seorang pria yang turun ke sungai untuk memberikan pertolongan pertama. Korban yang sudah dalam keadaan kaku dan mulutnya dipenuhi air itu akhirnya berhasil diselamatkan dan kembali sadar.
Namun tragis, warga yang memberikan pertolongan tersebut justru meninggal dunia di lokasi kejadian sesaat setelah memeluk korban yang ia selamatkan.
“Si bapak yang meninggal itu turun buat memberikan pertolongan kepada anak yang tenggelam. Anak itu diangkat, tubuhnya dibalikkan sampai dia sadar, tapi tiba-tiba orang itu jatuh, saya kira itu bapak dari anak tersebut, soalnya nangis, ternyata bukan,” jelasnya.
“Yang memberi pertolongan itu menigggal,” tegasnya.
Sementara itu, Obi menyebut pencarian korban lainnya sempat terkendala karena posisi korban sudah bergeser dan kondisi tidak memungkinkan tanpa peralatan memadai. Anak yang tenggelam itu akhirnya ditemukan oleh petugas rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung.
“Korban meninggal dunia dua jadinya. Anak yang tenggelam dan yang memberi pertolongan kepada korban selamat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Bantununggal IPTU Ahmad Rifai membenarkan peristiwa tersebut. Dalam kejadian itu ada dua korban meninggal duna.
Anak yang meninggal dunia bernama Arkana, anak selamat bernama Azka dan warga yang meninggal setelah memberikan pertolongan bernama Yudi (55).
Rifai sebut, jika anak-anak itu awalnya sedang bermain di sungai dan melihat bola di lokasi tenggelam.
“Pertama mereka lagi main, korban melihat ke sungai ada bola di dasar sungai korban ke bawah, akhirnya kejadian tenggelam,” ujar Rifai dikonfirmasi awak media.
“Pak Yudi meninggal di TKP, setelah mengalami muntah,” tambahnya.
Kejadian ini ditangani DISDAMKARMATAN Kota Bandung, Polsek Batununggal Polrestabes Bandung, Koramil 0618-05/Kiaracondong-Batununggal dan warga sekitar.
Denyut Kehidupan di Tepi Cikapundung “







