Kuningan –
Jumlah Ikan Dewa yang mati mendadak di Balong Keramat Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan terus bertambah. Hingga hari Jumat (6/2/2026) atau sembilan hari sejak kematian mendadak mulai terjadi, sudah lebih dari 400 Ikan Dewa yang mati.
“Yang mati sampai tadi pagi masih ada, sudah mencapai sekitar 400 ekor, dari total populasi 1.000 ekor. Masih bertambah,” tutur Dwiki, Pengelola Balong Ikan Dewa Cigugur.
Dwiki memaparkan, untuk mencegah kematian terus bertambah, pihaknya menaruh Ikan Dewa yang terindikasi sakit di kolam karantina dan memantau langsung perkembangannya. Sementara itu, ikan yang mati dikubur di area sekitar kolam.
“Untuk yang selamat dan sehat itu ada sekitar 200 hingga 300 ekor. Yang sakit itu ada sekitar 100 ekor tapi sudah dipisah di kolam karantina,” tutur Dwiki.
Dwiki menjelaskan, selain cacing parasit dan cuaca ekstrem, penyebab lain kematian Ikan Dewa adalah banyaknya lubang mata air di dasar kolam yang ditutup selama puluhan tahun. Padahal, lubang air tersebut merupakan tempat Ikan Dewa berkembang biak.
“Karena Ikan Dewa itu ikan air deras yang sensitif. Lubang air atau sumur yang tertutup itu sebenarnya tempat Ikan Dewa berkembang biak. Sedangkan sekarang tertutup, akibatnya populasinya tidak begitu signifikan karena tidak punya tempat berkembang biak. Mengenai alasan penutupan itu, saya kurang tahu, karena ini sudah berlangsung puluhan tahun,” tutur Dwiki.
Untuk mengembalikan ekosistem Ikan Dewa dan mencegah kejadian serupa terulang, kini kolam Ikan Dewa sedang dikuras dan dibersihkan secara bertahap. Setelah dikuras, dilanjutkan dengan pengerukan agar kolam menjadi lebih dalam. Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan akan mensterilisasi kolam tersebut terlebih dahulu sebelum diisi dengan air baru.
“Saat ini kami sedang melakukan pengurasan. Belum sampai kering total, baru 30 persen, karena pembuangan airnya kecil. Untuk waktunya kurang lebih bisa sampai seminggu, karena kolamnya cukup luas,” tutur Dwiki.
Karena area kolam yang cukup luas, proses pengurasan tersebut melibatkan puluhan orang yang terdiri dari masyarakat sekitar, komunitas pecinta alam, dan dinas terkait. Lewat upaya pengurasan ini, Dwiki berharap agar habitat Ikan Dewa dapat kembali pulih.
“Yang terlibat banyak ada masyarakat sekitar, komunitas AKAR, dinas terkait, ada sekitar 50 orang yang bersiaga. Ini adalah ikan lokal Kuningan, semoga dapat kembali terjaga dan berkembang biak semakin banyak lagi,” pungkas Dwiki.







