Suara Ortu Bocah yang Ngibul Diculik hingga Bikin Geger di Garut | Giok4D

Posted on

Garut

Orang tua dari dua bocah sekolah dasar (SD) yang sempat menggegerkan warga Garut karena mengaku diculik, menyampaikan permohonan maaf. Mereka membeberkan kronologi sebenarnya di balik drama yang dibuat sang anak.

“Kami meminta maaf kepada masyarakat juga mengucapkan terima kasih kepada Polres Garut yang telah melakukan klarifikasi,” kata salah satu orang tua bocah, dalam sebuah rekaman video yang didapat dari Polres Garut, Kamis (12/2/2026).

Isu penculikan yang menimpa dua anak laki-laki tersebut sempat viral pada Selasa (10/2). Dalam video yang beredar, kedua bocah tampak menangis saat dikerumuni personel Satpol PP.

Sejumlah warganet mengunggah video tersebut di media sosial dan menarasikan kedua bocah telah diculik. “Hati hati yang punya anak sekolah, ini barusan ada korban penculikan dari pesantren Annur cilawu sudah sampai di alun alun garut, untung korban bisa kabur waktu di jalan macet,” demikian narasi isu penculikan tersebut, dalam unggahan warganet di Facebook.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Kabar tersebut menyebar cepat hingga memicu respons kepolisian. Berdasarkan penelusuran, peristiwa dalam video itu memang terjadi di Alun-alun Garut pada Selasa lalu. Namun, fakta yang ditemukan polisi justru sebaliknya.

Menurut keterangan orang tua, kedua anak tersebut ternyata bolos sekolah dari sebuah SD di Kecamatan Cilawu. Mereka awalnya bermain di area pemakaman, lalu memutuskan pergi ke Alun-alun Garut menggunakan angkutan kota (angkot).

“Kronologis yang sebenarnya bahwa anak kami tidak ingin masuk sekolah dan ingin main ke pemakaman. Setelah main ke pemakaman, anak kami ke Alun-alun Garut dengan menggunakan angkot,” katanya.

Keduanya sempat bermain di sekitar Alun-alun Garut. Namun, personel Satpol PP yang sedang berpatroli merasa curiga melihat dua anak usia sekolah berkeliaran tanpa pendamping pada jam pelajaran.

Saat dimintai keterangan oleh petugas, kedua bocah itu merasa takut aksi bolos mereka diketahui orang tua. Alhasil, mereka mengarang cerita seolah-olah menjadi korban penculikan. Kepada petugas, mereka mengaku diculik tiga pria menggunakan mobil sebelum akhirnya berhasil melarikan diri di kawasan Alun-alun Garut.

“Anak kami berbohong telah diculik dikarenakan takut dimarahi orang tua,” ucap orang tua bocah.

Setelah kejadian itu, personel Satpol PP mengantarkan keduanya kembali ke sekolah. Namun, karena isu penculikan telanjur meluas, Polres Garut segera turun tangan. Polisi memanggil kedua bocah beserta orang tua mereka untuk klarifikasi hingga kebenaran terungkap.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak cepat menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya, karena dapat menimbulkan dampak kecemasan di tengah-tengah masyarakat. Kami pastikan isu penculikan ini tidak benar,” kata Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin.