Bandung –
14 hari berlalu sejak bencana longsor menerjang Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (24/1/2026).
48 rumah rata dengan tanah akibat terjangan lumpur dan bebatuan yang meluncur dari Gunung Burangrang. 80 warga dilaporkan jadi korban jiwa, serta ratusan lainnya diungsikan.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat langsung menetapkan status tanggap darurat bencana longsor sehingga komando penanganan bencana diambil alih pemerintah pusat. Kini, di hari keempat belas, Jumat (6/2/2026), status tanggap darurat resmi dicabut.
“Kami menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan operasi sejak awal dilaksanakan dalam status tanggap darurat, yang secara resmi berakhir pada hari ini, 6 Februari 2026, sesuai dengan keputusan Bupati Bandung Barat,” kata SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, Jumat (6/2/2026).
Kendati masa tanggap darurat sudah dicabut, namun operasi pencarian terhadap korban tertimbun masih terus dilaksanakan dalam masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan dengan pola operasi SAR terbatas.
“Memasuki masa pascarehabilitasi dan rekonstruksi, Basarnas bersama unsur gabungan tetap hadir mendampingi proses yang berjalan. Apabila terdapat informasi atau indikasi baru (penemuan korban) yang disampaikan di lokasi, Basarnas akan terus menindaklanjuti terkait penemuan atau dugaan adanya korban,” kata Ade Dian.
Operasi pencarian telah dilaksanakan secara maksimal dengan dukungan lebih dari 3.100 personel gabungan, alat berat, ambulans, drone, serta unsur K9 yang dikerahkan secara terkoordinasi di seluruh sektor pencarian.
“Namun demikian, luas area pencarian yang kurang lebih mencapai 15,7 hektare, kondisi medan yang masih labil, serta dinamika cuaca menjadi tantangan utama dan berimplikasi pada keselamatan personel,” ucap Ade Dian.
Hingga hari keempat belas, tim SAR gabungan telah menemukan dan mengevakuasi sebanyak 94 bodypack dari target 80 korban dalam daftar pencarian. Bodypack itu lalu diserahkan ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk diidentifikasi.
“Berdasarkan rilis resmi DVI Polri tertanggal 6 Februari 2026 pukul 14.00 WIB, sebanyak 74 korban telah berhasil diidentifikasi dari 77 body pack, sementara sejumlah body pack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan sesuai dengan prosedur forensik,” kata Ade Dian.







