Bandung –
Duka mendalam menerpa keluarga besar SMPN 26 Bandung yang kehilangan salah satu siswa terbaiknya. Pelajar berinisial ZAAQ, siswa kelas VII, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di eks objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/2) malam.
Kepala SMPN 26 Bandung Titin Supriatin mengatakan ZAAQ merupakan sosok anak yang baik dan tidak pernah memiliki masalah di sekolah.
“Pendiam,” kata Titin ditemui di SMPN 26 Bandung, Jalan Cibogo, Kecamatan Sukajadi, Sabtu (14/2/2025).
Titin mengungkapkan ZAAQ tak pernah bermasalah di sekolahnya. Menurutnya, pihak sekolah selalu memantau jika ada potensi konflik antar-siswa, baik teman sekelas maupun dengan guru, dan nama ZAAQ tidak pernah muncul dalam catatan negatif.
“Tidak ada catatan namanya di Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan. Anaknya baik, lebih ke pendiam,” terangnya.
Titin menyebut ZAAQ sudah lama ditinggalkan ibunya yang meninggal dunia. Menurut penuturan ayahnya, ZAAQ memang tidak banyak bercerita kepada keluarga jika sedang menghadapi masalah.
“Cuman anak itu sudah tidak punya ibu. Anak itu sudah tidak punya ibu, dari kelas lima kalau kata ayahnya. Kebetulan ayahnya juga lagi sakit,” ungkapnya.
“Jadi kalau laporan dari ayahnya, ya namanya anak laki-laki jarang bercerita mungkin ya,” ujarnya.
Menurut Titin, ZAAQ merupakan anak kedua dari empat bersaudara. “Pokoknya keluarganya tuh dua laki-laki, dua perempuan. Nah yang besar, yang dua sudah besar lah ya,” tambahnya.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.







