Bandung –
Duka mendalam menyelimuti siswa dan guru SMPN 26 Bandung. Mereka kehilangan sosok ZAAQ, siswa kelas VII yang ditemukan tewas tergeletak di semak belukar eks objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/2) malam.
Kabar penemuan jenazah ini cepat menyebar di media sosial. Pasalnya, korban ditemukan oleh seorang streamer TikTok yang hendak melakukan siaran langsung di kawasan Kampung Gajah.
Kepala SMPN 26 Bandung, Titin Supriatin, mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini. Kesedihan serupa juga dirasakan oleh teman-teman sekolah ZAAQ.
“Tadi ke rumahnya. Semuanya juga nangis,” ujar Titin saat ditemui di SMPN 26 Bandung, Jalan Cibogo, Kecamatan Sukajadi, Sabtu (14/2).
Selain rekan sekolah ZAAQ, perwakilan guru, wali kelas, serta Lurah Cibogo dan jajaran juga bertakziah ke rumah duka. Mereka diterima langsung oleh ayah ZAAQ yang saat ini tengah dalam kondisi sakit.
Berdasarkan perbincangan dengan sang ayah, almarhum dikenal sebagai anak yang baik di lingkungannya. “Rajin ke masjid, salat subuh juga ke masjid,” ujarnya.
Titin merasa terenyuh tatkala menceritakan perbincangannya dengan ayah ZAAQ. Apalagi, muridnya itu sudah lama piatu setelah ditinggal wafat ibunya.
“Dia anak empat bersaudara, ibunya meninggal waktu sekolah kelas 5,” ujarnya.
Meski tidak bisa melihat langsung jasad ZAAQ karena masih berada di Rumah Sakit Sartika Asih, Titin merasa sangat kehilangan anak didiknya tersebut.
“Saya tidak tahu pergaulan di luarnya seperti apa, kalau di sekolah pendiam. Tidak ada catatan jelek. Kan misal kalau ada masalah murid dengan murid kita selesaikan di sekolah, ini mah nggak pernah ada masalah,” ucapnya.
Atas kejadian ini, pihak sekolah menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum.
“Kita sudah sampaikan ke pihak keluarga juga, itu bukan hanya duka untuk keluarganya, tapi bagi kami juga, di pihak SMPN 26 ya sangat merasa terpukul,” ucapnya.
“Di sekolah kita sangat berupaya untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan, kita mengedukasi, kita bekerjasama dengan kewilayahan, eh tahunya kecolongan, bahwa anak kita ada yang bawa, tapi belum jelas, apakah yang bawa itu orang yang dia kenal, atau tidak dikenal, karena kami juga belum mendapatkan informasi yang utuh,” tuturnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian ZAAQ belum diketahui. Kasus tersebut sudah dalam penanganan pihak Polres Cimahi.







