Cimahi –
Jumlah siswa TK hingga jenjang SMP di Kota Cimahi yang diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah menjadi 36 orang hingga Kamis (26/2/2026) pagi.
Rinciannya yakni 26 anak dibawa ke RSUD Cibabat, kemudian 5 anak dilarikan ke RS Mitra Kasih, dan 5 orang lagi ke RS Dustira. Tak cuma siswa saja, di antara korban dugaan keracunan itu terdapat seorang guru.
“Sampai pagi hari Kamis ini, totalnya ada 36 orang yang sempat dibawa ke rumah sakit. Sebagian sudah pulang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Kasus dugaan keracunan itu berawal pada Rabu (25/2/2026) setelah siswa dan guru TK Kartika, TK PGRI, SDN Karangmekar Mandiri 1, SDN Cimahi Mandiri 1, dan SMPN 6 Cimahi mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Rabu pagi.
Menu MBG yang diterima siswa dan guru di bulan Ramadan kali ini di antaranya onigiri atau nasi kepal, telur rebus, kurma, apel, serta susu UHT. Setelah mengonsumsi menu itu sebagai mulai merasakan gejala mual dan muntah.
“Jadi waktu makannya yang berbeda-beda, ada yang jam 11 siang, jam 2 siang, ada yang sore menjelang berbuka. Kemudian mereka merasakan gejala seperti mual dan muntah,” kata Mulyati.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menyebut pihaknya sudah memanggil pihak dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan menu MBG ke beberapa sekolah tersebut.
“Ya sudah dipanggil langsung, kemudian kita tegur kenapa bisa kejadian seperti ini. Kita minta penjelasannya juga,” kata Adhitia.
Sampel makanan itu kemudian sudah dibawa untuk diuji di Labkesda Jawa Barat. Nantinya penyelidikan terkait penyebab pasti keracunan itu akan dilakukan oleh pihak berwenang.
“Yang sifatnya observasi atas penyebab, itu kita lakukan sesuai mekanisme. Sampel sudah dibawa dan sedang diuji, isinya itu apa yang tadi didistribusikan. Kita tunggu hasilnya seperti apa, kita fokus ke penanganan pasien yang bergejala,” kata Adhitia.
