Bandung –
Film Who Am I dijadwalkan tayang dalam program Bioskop Trans TV pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 21.30 WIB. Penayangan larut malam ini menjadi pilihan menarik bagi penonton yang menyukai film bergenre thriller psikologis dengan tema kejahatan siber dan identitas digital.
Who Am I merupakan film produksi Jerman yang pertama kali dirilis pada tahun 2014. Film ini disutradarai oleh Baran bo Odar, sineas yang juga dikenal lewat karya-karya bertema misteri dan ketegangan psikologis. Produksi film ini berada di bawah naungan Wiedemann & Berg Film, rumah produksi yang kerap menghadirkan film-film berkelas dengan cerita kompleks dan visual kuat.
Deretan pemain Who Am I diisi oleh aktor-aktor ternama Jerman, di antaranya Tom Schilling yang memerankan tokoh utama, serta Elyas M’Barek, Wotan Wilke Möhring, dan Hannah Herzsprung. Akting para pemainnya mendapat banyak pujian karena mampu membangun ketegangan emosional dan psikologis secara konsisten sepanjang film.
Menariknya, Who Am I dikenal sebagai salah satu film thriller Eropa yang berhasil menembus perhatian penonton internasional. Film ini juga sering dibandingkan dengan film-film bertema hacker seperti Fight Club atau The Social Network, karena mengangkat isu identitas, eksistensi, dan manipulasi realitas di era digital. Plot twist yang cerdas menjadi salah satu daya tarik utama film ini.
Sinopsis Film Who Am I
Benjamin Engel adalah seorang pemuda jenius komputer yang hidup menyendiri dan merasa tak berarti di dunia nyata. Ia bekerja sebagai teknisi IT, namun di balik kesehariannya yang biasa, Benjamin memiliki kemampuan luar biasa dalam meretas sistem komputer. Dunia digital menjadi satu-satunya tempat di mana ia merasa diakui dan berkuasa.
Suatu hari, kehidupan Benjamin berubah drastis ketika ia bertemu Max, seorang hacker karismatik yang hidup bebas dan penuh percaya diri. Max memperkenalkan Benjamin pada dunia peretasan ilegal yang penuh adrenalin, sekaligus mengenalkannya pada dua rekannya, Stephan dan Paul. Bersama-sama, mereka membentuk kelompok hacker bernama CLAY.
Aksi-aksi CLAY mulai menarik perhatian publik setelah mereka melakukan serangkaian peretasan spektakuler terhadap institusi besar. Nama mereka perlahan menjadi legenda di dunia maya, dan Benjamin akhirnya merasakan popularitas yang selama ini ia dambakan. Namun, ketenaran itu juga membawa risiko besar yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Keberhasilan CLAY rupanya menarik perhatian Europol, terutama seorang agen cybercrime yang mulai memburu identitas asli para anggota kelompok tersebut. Tekanan semakin meningkat ketika batas antara dunia maya dan dunia nyata mulai kabur, dan kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
Di tengah pelariannya, Benjamin tiba-tiba menyerahkan diri kepada pihak berwenang. Dalam sebuah ruang interogasi, ia mulai menceritakan seluruh kisah hidupnya, termasuk bagaimana CLAY terbentuk dan bagaimana ia terlibat dalam berbagai kejahatan siber yang mengguncang Eropa.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Namun seiring cerita Benjamin mengalir, muncul kejanggalan demi kejanggalan. Fakta-fakta yang ia sampaikan tidak selalu selaras dengan bukti yang dimiliki pihak berwenang. Perlahan, penonton diajak mempertanyakan kebenaran dari setiap pengakuan yang diucapkan Benjamin.
Identitas, realitas, dan ilusi mulai saling bertabrakan. Siapa sebenarnya Benjamin Engel? Apakah ia hanya pion dalam permainan besar, atau justru dalang dari semuanya? Jawaban atas pertanyaan ini menjadi inti dari konflik psikologis yang semakin menegangkan.
Di bagian akhir, Who Am I menyajikan kejutan yang sulit ditebak dan memaksa penonton melihat ulang seluruh cerita dari sudut pandang berbeda. Sebuah penutup yang cerdas, mengejutkan, dan membuat siapa pun ingin menyaksikan hingga detik terakhir.







