Bandung –
Film London Has Fallen akan tayang dalam program Bioskop Trans TV pada Selasa (9/3/2026) pukul 21.30 WIB malam. Film bergenre aksi-thriller ini menghadirkan kisah penuh ketegangan tentang serangan teroris besar yang mengguncang kota London dan menargetkan para pemimpin dunia.
London Has Fallen merupakan film yang dirilis pada 4 Maret 2016. Film ini disutradarai oleh Babak Najafi dan menjadi sekuel dari film Olympus Has Fallen (2013). Produksi film ini melibatkan sejumlah rumah produksi besar seperti Millennium Films, Nu Image, G-BASE, serta didistribusikan secara global oleh Lionsgate.
Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor ternama Hollywood, antara lain Gerard Butler yang kembali memerankan agen Secret Service Mike Banning, Aaron Eckhart sebagai Presiden Amerika Serikat Benjamin Asher, serta Morgan Freeman sebagai Allan Trumbull. Selain itu, film ini juga menghadirkan akting dari Angela Bassett, Melissa Leo, Robert Forster, Radha Mitchell, dan Jackie Earle Haley.
Sebagai film aksi berskala besar, London Has Fallen dikenal dengan berbagai adegan ledakan spektakuler serta pengejaran menegangkan di pusat kota London. Menariknya, sejumlah adegan film ini memanfaatkan teknik efek visual untuk merekonstruksi beberapa landmark terkenal London yang dihancurkan dalam cerita. Film ini juga melanjutkan kisah karakter Mike Banning yang dikenal sebagai agen elit dengan kemampuan bertarung dan strategi luar biasa.
Selain aksi yang intens, film ini juga menampilkan tema tentang keamanan global dan ancaman terorisme internasional. Ceritanya membawa penonton mengikuti perjuangan seorang agen Secret Service yang harus melindungi presiden Amerika Serikat di tengah kekacauan besar yang melanda ibu kota Inggris.
Sinopsis Film London Has Fallen
Cerita dalam London Has Fallen dimulai dengan kematian mendadak Perdana Menteri Inggris yang menyebabkan para pemimpin dunia berkumpul di London untuk menghadiri upacara pemakaman kenegaraan. Acara tersebut menjadi pertemuan penting yang dihadiri oleh sejumlah kepala negara dari berbagai negara besar.
Presiden Amerika Serikat Benjamin Asher datang ke London dengan pengawalan ketat, termasuk agen Secret Service andalannya, Mike Banning. Mereka awalnya mengira perjalanan tersebut hanya akan menjadi agenda diplomatik biasa, meski tetap berada di bawah pengamanan tingkat tinggi.
Namun situasi berubah drastis ketika serangkaian serangan teroris terjadi secara tiba-tiba di berbagai lokasi strategis di London. Ledakan besar mengguncang sejumlah ikon kota, menimbulkan kekacauan dan kepanikan yang meluas.
Serangan tersebut ternyata merupakan rencana besar yang telah dipersiapkan secara matang oleh jaringan teroris internasional. Target utama mereka adalah para pemimpin dunia yang sedang berada di London, termasuk Presiden Amerika Serikat.
Di tengah situasi yang semakin kacau, Mike Banning harus bergerak cepat untuk menyelamatkan Presiden Asher dari berbagai ancaman mematikan. Mereka harus melarikan diri dari pusat kota London yang kini berubah menjadi medan perang.
Dalam pelariannya, Banning menghadapi berbagai serangan dari kelompok teroris yang telah menyusup ke berbagai bagian kota. Ia harus menggunakan segala kemampuan tempur, strategi, serta keberaniannya untuk melindungi presiden.
Sementara itu, di Amerika Serikat, Wakil Presiden Allan Trumbull memimpin upaya koordinasi untuk mengendalikan situasi global yang semakin tegang. Ia berusaha memastikan bahwa Presiden Asher dapat diselamatkan dari ancaman teroris tersebut.
Ketika waktu semakin menipis dan musuh terus memburu mereka, Mike Banning harus mengambil langkah berani untuk menghadapi dalang di balik serangan tersebut. Pertanyaannya, mampukah ia menggagalkan rencana besar para teroris sebelum semuanya terlambat?







