Bandung –
Film 1911 Revolution akan menemani pemirsa dalam program Bioskop Trans TV pada Minggu, 15 Februari 2026, pukul 23.30 WIB. Penayangan ini cocok bagi penonton yang menyukai film sejarah berlatar perang dan perjuangan revolusi dengan skala besar serta kisah heroik tokoh-tokoh penting dunia.
1911 Revolution pertama kali dirilis pada tahun 2011. Film ini digarap oleh dua sutradara, yakni Jackie Chan dan Zhang Li. Produksi film ini berada di bawah naungan China Film Group Corporation, salah satu studio film terbesar di Tiongkok yang kerap memproduksi film bertema sejarah dan nasionalisme.
Dari sisi pemain, 1911 Revolution dibintangi oleh deretan aktor dan aktris papan atas Asia. Jackie Chan tampil sebagai Huang Xing, tokoh revolusioner penting dalam sejarah Tiongkok. Selain itu, film ini juga dibintangi oleh Winston Chao sebagai Sun Yat-sen, serta Li Bingbing dan Joan Chen yang memperkuat sisi emosional cerita.
Menariknya, film ini dibuat untuk memperingati 100 tahun Revolusi Xinhai, peristiwa bersejarah yang menandai runtuhnya Dinasti Qing dan lahirnya Republik Tiongkok. Skala produksinya terbilang besar, dengan adegan perang masif, ribuan figuran, serta detail kostum dan set yang merepresentasikan kondisi Tiongkok pada awal abad ke-20. Meski berbalut aksi dan peperangan, film ini juga menekankan sisi pengorbanan dan idealisme para pejuang revolusi.
Sinopsis Film 1911 Revolution
Pada awal abad ke-20, Tiongkok berada dalam kondisi penuh gejolak. Dinasti Qing yang telah berkuasa selama ratusan tahun mulai kehilangan legitimasi akibat korupsi, tekanan asing, dan penderitaan rakyat. Di tengah situasi tersebut, muncul sekelompok tokoh revolusioner yang bercita-cita mengakhiri sistem kekaisaran.
Sun Yat-sen, seorang pemimpin visioner, berkeliling dunia untuk mencari dukungan bagi gerakan revolusi. Ia meyakini bahwa Tiongkok hanya bisa bangkit jika berubah menjadi negara republik yang modern. Di tanah air, rekan-rekannya terus bergerak secara diam-diam, menyiapkan perlawanan terhadap kekuasaan Qing.
Huang Xing menjadi salah satu tokoh kunci dalam perjuangan bersenjata. Ia memimpin berbagai pemberontakan meski harus menghadapi keterbatasan senjata, minimnya dukungan, serta pengawasan ketat dari pasukan kekaisaran. Setiap langkah yang diambil selalu diiringi risiko kehilangan nyawa.
Pemberontakan demi pemberontakan terjadi di berbagai wilayah, namun tidak semuanya berakhir dengan kemenangan. Banyak pejuang revolusi gugur di medan perang, meninggalkan luka mendalam bagi rekan dan keluarga yang ditinggalkan. Namun kegagalan justru memperkuat tekad mereka yang masih bertahan.
Di tengah konflik berskala besar, film ini juga menyoroti kisah pribadi para tokohnya. Pergulatan batin, dilema antara keluarga dan perjuangan, serta rasa takut akan kematian menjadi sisi manusiawi yang memperdalam cerita revolusi.
Ketika situasi politik semakin memanas, satu peristiwa besar akhirnya meletus dan menjadi titik balik sejarah. Revolusi Xinhai pun pecah, mengguncang fondasi Dinasti Qing dan mengubah arah masa depan Tiongkok untuk selamanya.
Pertempuran besar, strategi militer, dan pengkhianatan silih berganti menghiasi fase akhir revolusi. Nasib para tokoh utama dipertaruhkan, sementara rakyat menanti perubahan yang telah lama dijanjikan.
Menjelang akhir cerita, film 1911 Revolution mengajak penonton merenungkan harga mahal dari sebuah kemerdekaan. Apakah semua pengorbanan itu akan terbayar dengan lahirnya Tiongkok baru? Jawaban itulah yang membuat penonton ingin menyaksikan film ini hingga adegan terakhir.







