Bandung –
Sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan keagamaan terus diperkuat demi menyukseskan program nasional. Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jabar menggandeng Pondok Pesantren Al Ghoniyah, Kabupaten Garut, untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Fasilitas ini nantinya akan berfungsi sebagai dapur layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan santri dan warga sekitar.
Kolaborasi ini semakin solid pasca kunjungan silaturahmi Dirnarkoba Polda Jabar, Kombes Pol Albert RD ke kediaman Pimpinan Ponpes Al Ghoniyah, KH RD Jujun Junaedi, pada 21 Januari 2026 lalu.
Dalam pertemuan yang juga didukung oleh Ketua MUI Garut KH Rd Amin Muhyidin Maolani tersebut, disepakati pembangunan infrastruktur dapur gizi yang memadai.
Dirnarkoba Polda Jabar, Kombes Pol Albert RD mengatakan, pembangunan SPPG ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung kesehatan generasi penerus bangsa melalui pemenuhan gizi yang layak.
“Kunjungan kami pada Januari lalu menjadi titik awal kesepakatan untuk mendirikan SPPG. Kami melihat kesiapan Ponpes Al Ghoniyah untuk berkolaborasi, sehingga disepakati pembangunan dapur layanan ini tidak hanya untuk santri, tetapi juga menyasar masyarakat di lingkungan sekitar pesantren,” ujar Albert dalam keterangannya, Sabtu (7/2/2026).
Fasilitas Standar BGN di Lahan 2.500 Meter
Secara teknis, pembangunan SPPG ini telah mendapatkan persetujuan dari Badan Gizi Nasional (BGN) melalui portal resmi.
Fasilitas ini berdiri di atas lahan seluas 2.555 meter persegi dengan luas bangunan dapur mencapai 415 meter persegi, menggunakan legalitas Yayasan Kemala Bhayangkari Garut.
Albert menegaskan bahwa percepatan pembangunan terus dilakukan agar fasilitas tersebut bisa segera beroperasi.
“Saat ini renovasi sedang dikebut dengan target rampung dalam 30 hari. Kami juga memastikan seluruh aspek legalitas dan standar kesehatan terpenuhi, mulai dari sertifikat laik hygiene sanitasi (SLHS), sertifikat halal, hingga rekognisi dari BPOM terus kami lengkapi,” jelas Albert.
Berdasarkan data yang dihimpun, SPPG ini menargetkan 2.048 penerima manfaat. Kesiapan operasional juga didukung oleh antusiasme warga, di mana rekrutmen relawan untuk operasional dapur telah mencapai 90 persen.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Sementara itu pimpinan Pondok Pesantren Al Ghoniyah, KH Jujun Junaidi Junjunan, menyambut baik langkah konkret dari jajaran Polda Jabar dan Polres Garut ini.
Ia juga mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan langsung oleh kepolisian dalam menghadirkan program makan bergizi di lingkungan pesantren.
“Sejak awal, Bapak Albert menunjukkan kepedulian yang sangat tulus, datang ke pondok pesantren kami untuk membantu pondok pesantren ini dalam menghadirkan program makan bergizi gratis bagi para santriwan-santriwati serta sekolah-sekolah di sekitar Kabupaten Garut,” ungkap KH. Jujun.
Ia berharap, keberadaan SPPG ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas kesehatan dan pendidikan para santri di Kecamatan Selaawi.
“Besar harapan kami, dengan terbentuknya SPPG ini, para santriwan-santriwati tumbuh lebih sehat dan bisa belajar lebih giat, dan juga merasakan manfaat yang sangat nyata dalam keseharian mereka,” pungkasnya.







