Senyum Perantau di Kabupaten Bandung Ikut Pulang Kampung Gratis

Posted on

Bandung

Langkah-langkah para perantau mulai tertata menuju halaman Mapolresta Bandung di Soreang, Senin (16/3/2026). Di wajah mereka tergambar harapan untuk segera kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga pada momen Idulfitri 2026.

Rasa lelah bekerja di perantauan seolah terbayar ketika kesempatan pulang kampung akhirnya tiba. Senyum para pemudik pun merekah, membayangkan hangatnya kebersamaan dengan keluarga saat Lebaran nanti.

Sebelum berangkat, para peserta mudik terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik mereka tetap prima selama perjalanan menuju kampung halaman.

Barang bawaan para pemudik kemudian diangkut menuju bagasi bus. Rombongan tersebut didominasi orang tua dan anak-anak yang turut serta dalam perjalanan pulang.

Para perantau itu mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan Polresta Bandung. Mayoritas tujuan perjalanan mereka adalah sejumlah kota di Jawa Tengah.

Salah satu peserta mudik, Sri Sekar Ningsih (54), warga Soreang, mengaku bersyukur dapat kembali mengikuti program tersebut. Tahun ini ia akan mudik menuju Yogyakarta.

“Kalau saya kebetulan mudik tujuan ke Yogyakarta,” ujar Sri saat ditemui di Mapolresta Bandung.

Sri mengungkapkan dirinya sudah beberapa kali mengikuti program mudik gratis tersebut. Menurutnya, program ini sangat membantu menghemat biaya perjalanan.

“Saya pertama kali ikut pada 2024. Sejak itu hampir setiap tahun mengikuti,” katanya.

Biasanya, Sri dan keluarganya menggunakan transportasi umum saat mudik. Namun harga tiket yang mahal serta ketersediaan tiket yang terbatas kerap menjadi kendala.

“Biasanya naik bus atau kereta. Tiket harus dibeli jauh-jauh hari karena sering cepat habis,” ujarnya.

Tahun ini Sri mengikuti program mudik gratis bersama anggota keluarganya. Total ada enam orang yang ikut dalam perjalanan tersebut.

“Biasanya bisa sampai sepuluh orang ikut. Harapannya program seperti ini terus ada. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih,” kata Sri.

Pemudik lainnya, Wahyu Soni Irwanto (58), juga merasakan manfaat program tersebut. Ia mengatakan sebelumnya hanya sang istri yang mengikuti mudik gratis, sementara dirinya memilih menggunakan sepeda motor.

“Kalau keluarga saya sudah dua kali ikut. Sebelumnya istri saya yang ikut, sekarang saya yang ikut,” ujar Wahyu.

Ia mengaku biasanya pulang kampung menggunakan transportasi umum. Namun pada musim mudik, tiket sering sulit didapatkan.

“Saya mendapat informasi dari tetangga bahwa ada program mudik gratis dari kepolisian, jadi langsung mendaftar,” katanya.

Wahyu pun mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Tahun ini ia juga akan mudik ke Yogyakarta.

“Alhamdulillah sangat membantu biaya perjalanan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono mengatakan program mudik gratis ini diperuntukkan bagi warga perantauan yang tinggal di Kabupaten Bandung.

“Mudik gratis ini dengan tujuan Purwokerto, Cilacap, dan Yogyakarta. Hari ini kami memberangkatkan 118 orang menggunakan tiga bus,” kata Aldi.

Menurutnya, program tersebut menjadi agenda rutin Polresta Bandung setiap musim mudik Lebaran. Antusiasme masyarakat pun selalu tinggi setiap kali pendaftaran dibuka.

“Kami berharap melalui program ini hubungan silaturahmi antara masyarakat dan kepolisian, khususnya Polresta Bandung, semakin baik,” ujarnya.

Selain membantu masyarakat, program mudik gratis ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan di jalur mudik.

“Jika masyarakat mudik menggunakan kendaraan pribadi secara terpisah tentu jumlah kendaraan akan lebih banyak. Dengan program ini mereka berangkat bersama sehingga dapat membantu mengurai kemacetan,” pungkas Aldi.