Bandung –
Senyum semringah terpancar dari wajah para ibu usai menyerbu stan pangan murah di Soreang, Kabupaten Bandung. Mereka berhasil mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih miring dibanding harga pasaran.
Di lokasi, panitia menyediakan berbagai komoditas mulai dari telur, beras, minyak goreng, sayuran, hingga daging sapi dan ayam. Emak-emak tampak antusias memadati setiap stan yang tersedia sejak pagi hari.
Warga rela mengantre demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Setelah menunggu beberapa saat, mereka akhirnya bisa membawa pulang bahan pangan yang diinginkan untuk kebutuhan dapur.
Gerakan Pangan Murah (GPM) tersebut diselenggarakan di halaman Mapolresta Bandung, Soreang. Warga dari berbagai wilayah terdekat berbondong-bondong datang untuk memanfaatkan momentum tersebut.
“Iya saya dari Soreang. Alhamdulillah tadi saya ngantri beli beras jadi lebih murah. Beras SPHP itu biasanya Rp62.500 per 5 kilogram, tadi saya dapet dengan harga Rp57.500 per 5 kilogram,” ujar Warga Soreang, Mirna Aminah (53), Kamis (12/3/2026).
Gerakan pangan murah di Soreang, Kabupaten Bandung. Foto: Yuga Hassani |
Mirna mengaku mendapatkan informasi mengenai gerakan pangan murah ini dari media sosial. Itulah sebabnya ia sengaja meluangkan waktu untuk berbelanja di gelaran tersebut.
“Saya tahu dari sosmed. Jadi sengaja saya beli di sini, murah-murah soalnya euy. Semoga ini bisa digelar lagi, bagi kami rakyat kecil mah beda harga sedikit juga lumayan lah,” katanya.
Sementara itu, warga lainnya dari Kecamatan Banjaran, Enok Sumarsih (49) menjelaskan, kehadiran pangan murah ini sangat membantu efisiensi belanja menjelang Lebaran. Pasalnya, sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar rakyat mulai merangkak naik.
“Lumayan atuh jadi lebih hemat. Tadi saya beli daging sapi, harganya jadi Rp130 ribu per kilogram. Kalau di pasar harganya bisa sampai Rp140 ribu per kilogram,” kata Enok.
Enok menilai program ini merupakan solusi nyata bagi masyarakat agar tetap bisa menjangkau kebutuhan pokok di tengah fluktuasi harga pasar.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Iya alhamdulillah ini membantu masyarakat. Semoga bisa diselenggarakan lagi beberapa waktu ke depan lah yah,” bebernya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas dijual di bawah harga pasar. Di antaranya telur ayam seharga Rp25.000 per kilogram dari harga normal Rp29.000 per kilogram, serta minyak goreng yang dibanderol mulai Rp31.000 per dua liter.
Selain itu, gula pasir dijual seharga Rp17.000 per kilogram, tepung terigu Rp8.000 per kilogram, dan aneka sayuran segar seharga Rp5.000 per paket.
Untuk protein hewani, daging ayam dijual Rp35.000 per ekor. Sementara untuk bumbu dapur, cabai merah keriting dijual Rp31.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp70.000 per kilogram.
“Iya adanya pangan murah ini tujuannya adalah memberikan harga lebih murah dari harga pasaran kepada masyarakat ya,” ujar Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono, kepada awak media.
Aldi menjelaskan, Gerakan Pangan Murah ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi warga.
“Ini kerjasama dengan Pemkab Bandung. Ternyata Pemda juga sudah melaksanakan di beberapa titik. Tujuannya adalah bagaimana masyarakat ini bisa merasakan sentuhan pemerintah dengan harga yang lebih murah dari harga yang di pasar-pasar,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan sosial ini dapat memperkuat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat, sekaligus menghadirkan keberkahan di bulan suci Ramadan.
“Iya semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi antara Polri dan warga,” pungkasnya.








