Sensasi Ngabuburit Tempo Dulu di Jalan Kiai Abbas Cirebon [Giok4D Resmi]

Posted on

Cirebon

Menjelang waktu berbuka, suasana di Jalan Kiai Abbas, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, berubah drastis. Ruas jalan yang biasanya padat oleh lalu lalang kendaraan itu kini menjelma menjadi lautan manusia. Aroma gorengan hangat, sate yang dibakar, hingga manisnya kolak beradu di udara senja, menghadirkan sensasi khas Ramadan yang memikat.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Ngabuburit, tradisi menunggu waktu berbuka puasa, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi masyarakat Indonesia setiap bulan suci. Namun di Jalan Kiai Abbas, tradisi ini terasa lebih semarak. Ratusan pedagang berjejer rapi di satu sisi jalan yang memang difokuskan sebagai sentra kuliner Ramadan.

Beragam hidangan tersaji, mulai dari aneka takjil, minuman segar, makanan berat khas Cirebon, hingga jajanan kekinian. Tak heran, kawasan ini menjadi magnet bagi warga dari berbagai penjuru yang ingin memanjakan lidah.

Rahma (34), warga Kota Cirebon, sengaja datang bersama keluarganya demi berburu menu berbuka di lokasi ini. “Saya jauh-jauh dari Kota Cirebon sengaja ke sini karena banyak pilihan makanan buat buka nanti,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Rahma, suasana di lokasi tersebut terasa nyaman dan tertib. Pembatasan arus kendaraan membuat pengunjung leluasa memilih jajanan tanpa harus merasa waswas dengan lalu lintas yang semrawut.

“Tenang pokoknya di sini buat ngabuburit. Enggak banyak tukang parkir liar, dan selalu ada penjagaan dari polisi,” tambahnya.

Tak hanya kuliner yang menjadi daya tarik utama. Di kawasan ini, anak-anak bisa menikmati wahana permainan sederhana yang turut memeriahkan suasana. Sementara itu, deretan delman setia menawarkan sensasi berkeliling area dengan nuansa tempo dulu yang kental.

Roni (26), warga Kecamatan Sumber, mengaku baru pertama kali ngabuburit di Jalan Kiai Abbas bersama istri dan anaknya. Ia memilih menikmati sore dengan menaiki delman mengitari kawasan kuliner tersebut.

“Sekalian ngabuburit saya sama anak dan istri muter-muter pakai delman. Harganya enggak mahal, terus rutenya juga lumayan jauh,” katanya.

Bagi Roni, pengalaman ini berbeda dibanding lokasi ngabuburit lainnya. Selain variasi makanan yang melimpah, tersedia pula hiburan keluarga yang membuat anak-anak betah menunggu kumandang azan Magrib.

Kehadiran sentra kuliner Ramadan di Jalan Kiai Abbas bukan sekadar menjadi ruang rekreasi warga, melainkan juga membawa berkah bagi para pedagang musiman. Ramainya pengunjung setiap sore membuka keran rezeki tambahan selama bulan suci.

Di bawah semburat cahaya matahari yang perlahan tenggelam, hiruk-pikuk tawar-menawar, tawa anak-anak, dan derap langkah kuda delman berpadu menjadi potret hangat kebersamaan Ramadan di Kabupaten Cirebon. Jalan Kiai Abbas kini bukan sekadar ruas aspal; ia telah bertransformasi menjadi ruang temu, ruang cerita, dan ruang berbagi kebahagiaan menjelang berbuka puasa.